Komnas Perlindungan Anak Berduka : Dhanang Sasongko Meninggal di Serang Covid 19

Kondisi terakhir Dhanang Sasongko dirawat di RS Budi Asih Bekasi [IST]

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Hari ini pegiat perlindungan Anak di Indonesia Berkabung Nasional, Sahabat ANAK Indonesia Dhanang Sasongko Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak meninggalkan kita semua untuk selamanya karena diserang Covid 19.

Pejuang pendidikan yang memerdekan anak ini sempat dirawat selama 15 hari di RS Budi Asih Bekasi, namun karena kejamnya serangan virus corona dalam tubuhnya akhirnya beliau menghembuskan nafasnya terakhirnysclbpagi ini, meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Bacaan Lainnya

Dhanang Sasongko sang idealis loyalis gerakan pendidikan dan direktur PAUD Institut ini adalah sosok yang loyal pada gerakan perlindungan Anak. Hidupnya hanya untuk membela anak dan kesehatiannya untuk dunia pendidikan.

Demi kepentingan terbaik anak dalam situasi pandemi Covod 19 sekalipun beliau terus bergerak melakukan aktivitasnya bersama anak dan pegiat-pegiat perlindungan anak diberbagai daerah di Indonesia.

Beliau getol juga mendorong dan menggerakkan destinasi pariwisata di tanah air ramah anak dan bebas dari segala bentuk eksplotasi ekonomi dan seksual. Gerakan itu sudah di mulainya di Lombok, Nias dan NTT dan direncakan di Toba dan Samosir

Selain itu, selaku direktur PAUD Institut, Dhanang Sasongko juga terus berjuang untuk perbaikian kesejahtetaan guru-guru PAUD diseluruh wilayah Indonesia mendapat tempat dan dihargai negara sebagai pejuang pendidikan usia dini dan mengupayakan fasilitas pendidikan seperti mendapat dana hiba dan fasilitas kendaraan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun BUMD untuk dipakai sebagai gerakan litetasi dengan menyediakan mobil pintar di berbagai daerah.

Dhanang Sasongko dengan penampilan sederhana ini juga adalah loyalis Komnas Perlindumgan Anak dan Lembaga Petlindungan Anak (LPA) di Nusantara.

Beliau juga penggagas hestag #KOMNAS Perlindungan Anak Selalu Ada untuk Anak Indonesia, serta Gerakan Sejuta Pluit Anti Kekerasan terhadap anak Indonesia dan banyak lagi karya-Karya agung untuk anak Indonesia.

Namun Tuhan berkehendak lain, beliau harus menghadap sang penciptanya untuk menyudahi tugas dan tanggungjawabnya.

Namun saya sebagai sahabatnya, percaya apa yang dilakukannya semasa hidupnya untuk ANAK Indonesia menjadi gerakan perubahan perlindungan Anak. Selamat jalan mas…selamat jalan sobatku, Semoga amal dan ibadahmu kawanku yang diterima Allah Saw.

Dan doa seluruh Dewan Komisoiner Komnas Perlindungan Anak kiranya keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan ketabahan.
Sekali lagi Selamat Jalan. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *