Komnas Perlindungan Anak: MENDESAK POLRES MALUKU TENGGARA BARAT MENANGKAP DAN MENAHAN SEGERA GUSTAF LESTUTUR PREDATOR KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PUTRI ANGKATNYA (Pelaku terancam 20 tahun pidana penjara)

0
46
Ket foto : Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak

Jakarta, Radarbangsa.co.id – Sebagaimana dimaksud ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU Nomor 01 Tahun 2016, junto pasal 76D UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, terduga GL pelaku kejahatan seksual terhadap Y (15) putri angkatnya terancam 20 tahun pidana penjara dan dapat ditambahkan 1/3 dari pidana pokoknya , dengan demikian pelaku GL dapat diancam hukuman seumur hidup.(14/03)

Oleh sebab itu, mengingat kejahatan seksual merupakan tindak pidana serius dan luar biasa dan telah disetarakan pula dengan tindak pidana korupsi, narkoba dan terorisme yang dapat diancam hukuman seumur hidup dan bshkan hukuman mati, dengan demikian demi keadilan bagi korban, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai institusi independen dibidang promosi, pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, menegaskan demi keadilan bagi korban mendesak Polres KKT untuk tidak ragu-ragu menangkap dan menahan GL dan menetapkan sebagai tersangka, karena kejahatan seksual yang diduga dilakukan GL telah memenuhi unsur kejahatan luar biasa, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia setelah menerima laporan dari korban dan keluarga korban melalui video call, Kamis 14/03 fi Jakarta

Arist Merdeka Sirait dengan nada tinggi menjelaskan kepada media di kantornya dibilangan Pasar Rebo, Jakarta, bagi orang-orang yang ikut mendorong dan membiarkan terjadi kejahatan seksual yang dialami Y, padahal korban memerlukan dan telah meminta pertolongan dan harus dibantu namun dibiarkan begitu saja oleh orang-orang yang ikut serta membantu bahkan membiarkan kejahatan seksual itu terjadi, sesuai dengan ketentuan pasal 78 UU RI Nomor 35 tahun 2014 dapat dipidana 5 tahun dan atau denda Rp. 100 juta.
Dengan demikian, Arist Merdeka juga mendesak Polres Maluku Tenggara Barat untuk segera meminta pertanggungjawaban hukum orang-orang yang ikut serta dan sengaja membiarkan dan membantu terjadinya kejahatan seksual terhadap Y.

Menurut keterangan korban dalam kronologis kejadiannya korbann diperkosa sejak duduk di kelas 6 SD. Pemerkosaan itu dilakukan selama 2 hari setelah Mama angkatnya istri sah pelaku GL meninggal dunia.

Kejadian menjijikkan ini bermula pada saat itu GL ayah angkat korban minta korban untuk memijat kakinya.

Setelah selesai memijat kaki GL, lalu korban hendak keluar kamar namun dicegat oleh pelaku dengan mengatakan bahwa Yanti nanti bapak kasih uang Rp100.000 untuk bikin “Hose”satu kali dulu (maksudnya minta bersetubuh) tetapi korban menolak keras ajakan dan bujuk rayu pelaku GL. Karena Y menolak ajakan dan bujuk rayu pelaku, kemudian GL marah dan langsung menampar wajah korban dan secara paksa membuka celana korban dan diminta melayani nafsu bejatnya sampai kemaluan (vagina) korban mengeluarkan darah. Kemudian pelaku menyuruh korban untuk mencuci kemaluan nya di kamar mandi yang penuh darah .

Perbuatan itu dilakukan pelaku GL terus-menerus. Pada bulan Desember 2017 istri piara pelaku inisial Y dan inisial GM juga pernah membantu GL melakukan tindakan biadab nya, dimana saat itu korban Y dipaksa untuk melakukan hubungan badan atau persetubuan dengan tiga orang secara bersama-sama yakni pelaku GR korban Y dan istri piara mereka melakukan persetubuhan dengan cara istri piara yang berperan memegang kedua tangan Y sedangkan GL dan istri piaranya melakukan adegan ciuman sambil melakukan hubungan badan dengan korban Y.

Kejadian itu dilakukan 2 malam berturut-turut. Atas peristiwa itu korban Y sudah pernah melapor kepada seorang petugas kepolisian yang bertugas di Serang yang berinisial Y
Yakni teman minum-minuman keras dari pelaku GL. Oleh Y mereka dipertemukan di rumah pelaku GL dan GL disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya akan tetapi pada saat Y dimintai keterangan di kantor Polres membantah keterangan korban.

Kemudian korban juga meminta bantuan seorang pengacara inisial N untuk membantunya menghentikan tindakan kejahatan seksual yang dilakukan oleh GL terhadap korban.

Dalam pertemuan itu justru N yang mengaku berprofesi pengacara nanum justru N meminta korban untuk minta maaf kepada pelaku GL dengan aladan karena bagaimanapun GL adalah Bapak angkatnya dan pada saat itu korban pergi meminta maaf kepada Gl namun aoa yang terjadi T pada saat Y meminta maaf kepada pelaku, GL justru melakukan kejahatannya lagi dengan cara memeluk dan memangku korban Y dihadapan istri piaranya. GL laki-laki bejat itu masih saja terus melakukan kekerasasan seksual terhadap Y akan tetapi pada saat itu N dimintai keterangan di Polres juga membantah keterangan korban.

Pada 13 Oktober 2018karena sudah tidak tahan dengan perbuatan bejat pelaku GL korban melarikan diri dari rumahnya menuju Saumlaki untuk melaporkan tindakan pelaku GL ke Polres Maluku Tenggara Barat.

Masih menurut keterangan korban dan keluarganya, pada 15 Oktober 2018 pukul 01.00 WIT, korban datang seorang diri di Polres KK guna melaporkan kejadian yang dialami, tetapi Polresta JK menolak laporan korban dan menyuruh korban untuk membawa saksi-saksi.

Kesokan harinya sekitar pukul 07.00 korban Y kembali ke Polres untuk melaporkan kejadian yang dialaminya tetapi lagi-lagi ditolak. Korban disuruh untuk mencari saksi-saksi yang melihat dan mengetahui peristiwa kejahatan seksual terhadap dirinya.

Setelah mempelajari perkara memiluhkan ini dan demi kepentingan terbaik korban, Komnas Perlindungan Anak segera berkordinasi dengan Polres Maluku Tenggara Barat dan Polda Maluku guna menangkap dan menahan terduga pelaku GL dan orang-orang terdekat yang membiarkan dan mendukung kejahatan seksual ini yermasuk istri piara GL, N yang mengaku berprofesi pengacara dan oknum polisi Y, Komnas Perlindungan Anak dapat dipastikan akan memberikan atensi khusus atas peristiwa ini. Karena Komnas Perlindungan Anak Hadir untuk Anak Indonesia, demikian ditegaskan Arist.

LEAVE A REPLY