Konselor Polres Lumajang Ajak Anak-anak Bermain Bersama Guna Kurangi Trauma Korban Gempa

Konselor Polres Lumajang saat mengibur Anak-anakGuna Kurangi Trauma Korban Gempa [IST]

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – RadarBangsa.co.id – Polres Lumajang Jawa Timur, melakukan patroli kewilayahan serta monitoring para pengungsi dampak gempa di Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Kamis (15/4/2021).

Didampingi perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, anggota tergolong dalam tim konseling dipimpin oleh Kabag Sumda Kompol Khusnul Khotimah, saat itu menuju ketempat warga terdampak gempa dengan sasaran awal yaitu warga yang diduga mengalami trauma akibat kejadian gempa.

Bacaan Lainnya

Lokasi yang didatangi saat itu diantaranya Dusun Ibu Rojo, Dusun Krajan, Dusun Rojopolo Desa Kaliuling dan Dusun Sukosari Desa Pundungsari Kecamatan Tempursari serta Dusun Besuk Cukit Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

“Tim konseling melaksanakan kegiatan trauma healing dengan mendatangi tenda-tenda darurat yang telah disediakan oleh tim penanggulangan bencana,” tutur Kabag Sumda Polres Lumajang Kompol Khusnul Khotimah dikonfirmasi melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta dihari yang sama.

Tercatat bahwa, terdapat 9 KK disetiap tenda darurat yang disediakan tim penanggulangan bencana, diantaranya terdiri dari orangtua dan anak-anak.

Disetiap lokasi yang didatangi, tim konseling terpantau melakukan pendekatan terhadap warga yang trauma akibat gempa, dengan cara mengajak berkomunikasi untuk meringankan beban trauma, kepada anak-anak dan ibu-ibu konselor melakukan konseling dan mengajak anak-anak bermain bersama dengan cara tanya jawab dan olahraga ringan.

Dari kegiatan yang dilakukan, saat ini anak-anak terdampak gempa sudah berani untuk keluar rumah untuk bermain. Meskipun masih ada beberapa warga yang merasa trauma dan tidak berani menempati tempat tinggalnya dan meminta untuk di relokasi dikarenakan tanah dirumahnya rusak dikhawatirkan longsor.

“Hasil pantauan di lapangan, warga terdampak gempa telah mulai bisa adaptasi dengan keadaan. Mereka bersemangat untuk membersihkan dan membenahi rumahnya yang rusak akibat gempa. Sementara ditenda darurat, sudah memulai aktivitasnya dengan menerima bantuan logistik dan mengelola untuk digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” imbuh Ipda Shinta.

Selanjutnya, warga terdampak gempa diminta agar tetap tenang dan selalu waspada serta selalu berkomunikasi dengan petugas di lapangan.

Pihaknya akan terus memantau perkembangan yang ada, sambil melakukan langkah yang sifatnya bermanfaat khususnya bagi masyarakat terdampak.

(Azs/Hms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *