Kontribusi Terbesar Nasional, Jatim Tanam Padi 227 Ribu Hektare, Khofifah: Inilah Komitmen Kami untuk Negeri

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (hms)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (hms)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai lumbung pangan nasional. Sepanjang April 2025, laju tanam padi di provinsi ini mencapai 227.802 hektare, atau setara dengan seperempat dari total luas tanam nasional yang tercatat sebesar 924.989 hektare. Capaian ini mencerminkan kontribusi signifikan Jawa Timur dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah pusat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa data tersebut merujuk pada hasil rekapitulasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI, per 22 April 2025. Menurut Khofifah, capaian tanam padi di Jawa Timur menunjukkan efektivitas gerakan tanam serentak yang telah digalakkan sejak awal April.

“Artinya, jika dilihat dari prosentasenya, kontribusi tanam padi Jatim sangat signifikan terhadap capaian nasional. Ini menjadi indikator bahwa kerja sama antara petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian berjalan optimal,” ujar Khofifah dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (24/4/2025).

Kinerja positif Jawa Timur tidak hanya tampak dari sisi tanam, tetapi juga dari prediksi luas panen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI per 8 April 2025, luas panen padi di Jatim untuk periode Januari hingga Mei 2025 diperkirakan mencapai 964.768 hektare. Angka ini naik 12,19 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang sebesar 859.957 hektare.

“Artinya, ada kenaikan sebesar 104.811 hektare. Ini menunjukkan tren positif produksi padi di Jawa Timur yang patut kita syukuri dan terus kita jaga bersama,” kata Khofifah.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan luas panen tertinggi secara nasional. Untuk periode yang sama, Jawa Tengah tercatat memiliki luas panen sebesar 811.994 hektare, dan Jawa Barat 753.287 hektare.

Pemerintah pusat sendiri terus mendorong optimalisasi musim tanam melalui kegiatan tanam serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Rabu (23/4/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 14 provinsi secara daring.

Di Jawa Timur, acara dipusatkan di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Di lokasi tersebut, dilakukan tanam padi dengan dua metode, yakni secara manual dan dengan bantuan alat mesin tanam (transplanter).

“Penggunaan transplanter menunjukkan kemajuan dalam mekanisasi pertanian, sekaligus mengefisienkan waktu dan tenaga kerja. Di sisi lain, metode manual tetap digunakan sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi lahan dan sumber daya manusia yang tersedia,” tutur Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak lepas dari upaya percepatan tanam yang dilakukan secara masif. Hal ini bertujuan memanfaatkan sisa musim hujan yang masih berlangsung, sekaligus menjaga keberlanjutan produktivitas di tengah perubahan iklim yang makin tidak menentu.

“Jika percepatan tanam ini dilakukan dengan konsisten, maka akan sangat membantu meningkatkan produksi, efisiensi kerja petani, serta mendongkrak pendapatan mereka. Ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Upaya percepatan tanam dilakukan dengan beberapa strategi. Di antaranya adalah mempercepat proses panen, memperkuat koordinasi penyerapan gabah oleh Bulog dengan harga acuan Rp6.500 per kilogram, serta menjamin ketersediaan benih unggul dan pelaksanaan penyemaian luar lahan.

“Penyemaian luar lahan ini menjadi inovasi yang efektif. Di Ponorogo, misalnya, tanaman padi sudah disemaikan di media tanam selama dua minggu sebelum ditanam di lahan sawah. Hal ini mempercepat siklus produksi dan mengurangi risiko gagal tanam,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur berkomitmen kuat untuk terus menjadi bagian penting dari ketahanan pangan nasional. Dengan potensi lahan yang luas, didukung oleh teknologi dan SDM yang mumpuni, ia optimistis Jatim akan terus menjadi lumbung padi utama Indonesia.

“Kita bersyukur bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan laju tanam padi tertinggi nasional. Harapannya ini bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen pertanian di Jatim untuk semakin meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi di sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Muaranya tentu adalah kontribusi nyata Jawa Timur dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kokoh dan mandiri,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sidak Khofifah Jaga Harga Sembako Jelang Ramadhan dan Imlek
IWO Pamekasan Hadiri HUT ke-3 Klik Madura, Tegaskan Sinergi Media dan Profesionalisme Pers
Khofifah Sidak Pasar Dukuh Kupang, Soroti Lonjakan Harga MinyaKita dan Telur
Khofifah Indar Parawansa Ajak Perkuat Toleransi di Momen Imlek Jelang Ramadhan
Kemnaker Gelar Green Jobs Class di Bandung untuk Atasi 1.500 Ton Sampah Harian
Banjir Susulan Terjang Rumah Warga, Bupati Kendal Salurkan Beras untuk 640 KK
Khofifah Kukuhkan 413 Paralegal Muslimat NU Jatim, Perkuat Akses Keadilan dan Perlindungan Perempuan-Anak
Lapas Pamekasan Naikkan Pangkat Pegawai, Kalapas Tegaskan Komitmen Integritas

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:22 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sidak Khofifah Jaga Harga Sembako Jelang Ramadhan dan Imlek

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:00 WIB

IWO Pamekasan Hadiri HUT ke-3 Klik Madura, Tegaskan Sinergi Media dan Profesionalisme Pers

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:09 WIB

Khofifah Sidak Pasar Dukuh Kupang, Soroti Lonjakan Harga MinyaKita dan Telur

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:59 WIB

Khofifah Indar Parawansa Ajak Perkuat Toleransi di Momen Imlek Jelang Ramadhan

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:21 WIB

Kemnaker Gelar Green Jobs Class di Bandung untuk Atasi 1.500 Ton Sampah Harian

Berita Terbaru

Rekaman CCTV pelaku curanmor di Bangkalan, Selasa (17/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Hukum - Kriminal

Wartawan Korban Curanmor di Bangkalan Kecewa, SP2HP Terhenti Sejak Desember

Selasa, 17 Feb 2026 - 20:12 WIB