Korban Kejahatan Seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia Bertemu Menteri PPA

  • Whatsapp
Pertemuan yang penuh akrab itu, diakhiri dengan peluk cium dan photo bersama ibu Menteri [ist]

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Dua dari 14 orang korban serangan persetubuhan berulang yang diduga dilakukan pemilik SMA Selamat Pagi Batu Malang JE (49), didampingi Komnas Perlindungan Anak bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di kantor Kemen PPPA Senin 21/06/21.

Pertemuan korban dengan Menteri PPPA yang didampingi Deputy Perlindungan Anak Kemen PPPA dimaksudkan untuk menyampaikan gambaran dan kedudukan hukum masalah kejahatan seksual, eksplotasi ekonomi dan kekerasan fisik yang menimpa puluhan anak yang besekolah di SMA Selamat pagi Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk meminta dukungan dan kehadiran pemerintah untuk melihat perkara yang sesungguhnya yang terjadi di SMA Selamat pagi Indonesia.

Disamping itu, pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Snak itu juga untuk memberikan update terhadap perkembangan posisi hukum atas laporan korban terhadap proses penyelidikan yang tengah dilakukan Polda Jawa Timur.

Percapan layaknya anak dan ibu itu, kedua korban kekerasan seksual Putri dan Bunga (bukan nama sebenarnya-red) mengawalinya dengan memberikan cerita ” testimoni” kepada Menteri PPPA dilengkapi dengan kronologi dan tayangan data-data dalam bentuk dokumen Video.

Setelah mendengar dan menyaksikan tayangan testimoninya terlihat ibu Menteri meresponnya dengan terdiam dan sesekali menyeka air matanya dengan tisu yang tersedia.

Pertemuan yang didampingi Nahar Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, lebih jauh korban menjelaskan duduk perkara sesungguhnya dan pengalaman pahit atas perlakuan terduga pelaku JE yang dilakukan sejak korban duduk kelas 1, 2 dan 3 SMA Selamat pagi Indonesia.

Korban juga menyampaikan kepada ibu Menteri PPPA atas pengaduan kejahatan dan kekerasan yang diduga dilakukan JE dan pengelolah SPI menyatakan tidak ada niatan untuk menutup Sekolah Selamat Pagi Indonesia, namun dengan terjadinya peristiwa menyakitkan ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki SPI ke depan sesuai dengan cita-cita , visi dan missi SPI lebih baik lagi. Dan kejadian yang diduga dilakikan JE dan pengelolah SPI tidak terulang agi terhadap adik kelasnya yang masih sekolah dan tinggal di SPI, demikian disampaikan Putri dan Mawar kepada ibu Menteri PPPA.

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *