Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Batu, Disiapkan Tempat Rehabilitasi Khusus

(Baris Belakang dari Kanan) Kapolres Batu, AKBP. Harviadhi Agung Prathama, (Tiga dari kanan) Anggota Kompolnas Andrea H. Poeloengan.SH

BATU, RadarBangsa.co.id – Tindakan kejahatan terhadap perempuan dan anak di Indonesia,banyak para korban kekerasan itu mengalami trauma secara mental dampak dari apa yang sudah pernah dialaminya. Penanganan kasus tindak kekerasan pada perempuan dan anak yang selama ini sudah ditangani dari pihak Kepolisian, masih berhenti sampai tahap dua. Seperti halnya penyerahan tersangka dan barang bukti ke PPA, dan tidak ada lagi penanganan lanjutan terhadap korban yang sedang mengalami trauma selesai kejadian.

Merujuk dari permasalahan itu, Kapolres Batu AKBP. Harviadhi Agung Prathama, S.I.K. melakukan terobosan baru bersama stakeholder mewujudkan dan membentuk rumah perlindungan yang dinamakan “Omah Ayom” atau rumah tinggal sementara, yang berfungsi sebagai tempat pemulihan mental dan fisik korban akibat korban kekerasan perempuan dan anak pasca putusan pengadilan.

Bacaan Lainnya

“Omah Ayom ini dilakukan pada unit PPA Satreskrim Polres Batu, untuk pelayanan dan tindakan secara optimal dilakukan secara prosedur sebagai bentuk kepedulian rasa kemanusiaan kepada korban,” terang Harviadhi, pada wartawan, selesai terima tamu dari Kompolnas di ruang Rupatama Kamis (16/7/2020 ).

Awal dari pembentukan Omah Ayom itu, jelas Harviadhi, dilakukan dengan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait, dari unsur Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, maupun Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Kemudian dilakukan perjanjian kerjasama menyodorkan surat permohonan pada Pemkot Batu, bertujuan meminjam aset untuk tempat konseling yang bersifat rahasia, serta membuat SOP penanganan korban kekerasan perempuan dan anak pasca putusan pengadilan,” urainya.

Lebih lanjut, dalam SOP itu, beberapa prosedur yang harus dilakukan oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batu di antaranya adalah, mendatangi korban dan keluarganya.

“Gunanya bertujuan mengetahui kepada pihak keluarga korban, agar bisa memperoleh persetujuan, agar bisa koordinasi dengan P2TP2A untuk menyediakan ahli Psikolog, guna memberikan bimbingan konseling pada korban setelah jalanya waktu yang ditentukan.

“Petugas kemudian melakukan pendampingan proses konseling yang dilakukan secara bertahap di Omah Ayom oleh Psikolog, hal itu dilakukan sampai kondisi fisik korban benar-benar pulih dari rasa trauma,ketika habis terjadi tindak kekerasan,” terang dia.

Sementara itu, Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., MTCP TTK dari anggota Kompolnas menambahkan, setelah dilakukan bimbingan konseling di Omah Ayom yang disediakan oleh Polres Batu, selanjutnya juga diberikan motivasi cell therapy.

“Sehingga namtinya korban dapat merasakan banyak manfaat dan perubahan yang lebih abaik seperti sebelumnya. Dan selama mendapatkan bimbingan konseling di Omah Ayom, sama sekali tidak dipunggut biaya,” ujar Andrea sapaan akrabnya.

Menurutnya, Omah Ayom yang disediakan oleh Polres Batu tersebut tenang dari keramaian. Dan saat dilakukan bimbingan konseling, hanya ada korban dan psikolog saja. “Sehingga nantinya korban merasa nyaman untuk menceritakan atau mengeluarkan beban pikiran yang ada pada korban kekerasan. Selain itu, saat berada di Omah Ayom, korban juga disiapkan makanan dan minuman juga uang transportasi,” ujarnya.

” Karena Omah Ayom, sangatlah bermanfaat untuk mengembalikan percaya diri korban kekerasan agar, mental percaya dirinya bisa jauh lebih baik. Sudah tidak merasa terpuruk lagi, serta bisa lebih terbuka dan bisa kembali berinteraksi dengan orang di lingkungan sekitarnya,”singkat Kapolres.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.