KPM Program PKH dan BPNT, Dinas Sosial Sumenep, Agar Lebih Tepat Sasaran

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial – Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, pada pelaksanaan program alokasi tahun 2020 mendatang, sangat diharapkan program yang dilaksanakan lebih tepat sasaran. Senin (02/12/2019).

Dzulkarnain S.Sos, Sekretaris Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada media ini menyampaikan bahwa, KPM program PKH dan BPNT, rumahnya akan ditandai dengan tulisan keterangan penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Bagi yang malu rumahnya ditandai, dipersilahkan segera buat pernyataan mundur”, ucapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam penjelasannya Dzulkarnain menyampaikan, biar semuanya jelas dan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada yang berhak menerima, pihaknya sudah melakukan sosialisasi, bahkan program labelisasi direncanakan terealisasi awal tahun 2020. Labelisasi KPM program PKH dan BPNT, dilakukan dalam rangka penertiban, supaya bantuan pemerintah tepat sasaran.

Lebihlanjut Dzulkarnain menyampaikan, selain labelisasi rumah KPM program PKH, ada upaya lain yang memungkinkan program lebih tepat sasaran, diantaranya adalah pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau disebut juga dengan Family Development Session (FDS). P2K2 yang di lakukan setiap bulan untuk setiap kelompok, selain menyampaikan materi, juga disampaikan himbauan dengan beberapa pendekatan agar KPM yang sudah tidak layak secara sosial ekonomi, kepesertaannya yang kemudian disebut Graduasi Sejahtera Mandiri.

Dari program PKH maupun program komplementary lainnya, agar memundurkan diri dari kepesertaan. Sehingga pemutakhiran data sosial ekonomi secara rutin di elektronik PKH (e-PKH) agar desil maupun persentil bisa terupdate sehingga nantinya persentil 4 atau 4+ bisa segera dikeluarkan dari kepesertaan KPM PKH tersebut. Cara ini juga cukup efektif, terbukti ada ratusan KPM yang telah mengundurkan diri.

“Kami sampaikan apresiasi kepada pendamping PKH atas totalitas ikhtiarnya sehingga program bisa sesuai yang diharapkan”, jelas Zul panggilan akrab Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

Drs. Koesman Hadie, M.Si, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, mengatakan bahwa kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi PKH, yang dlaksanakan tiga hari yang lalu di hotel utami Sumenep, guna menyamakan persepsi tentang PKH. Selain itu mempererat koordinasi dan membangun komitmen bagi penyelenggara PKH.

“SDM PKH terdiri dari, 3 Koordinator Kabupaten, 2 Supervisor PKH, dan 27 puluh tujuh Koordinator Kecamatan, serta 227 pendamping PKH,” ungkapnya.

Achmad Fauzi, SH, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, pada kesempatan yang sama menyampaikan, dirinya mengapresiasi kerja Sumber Daya Manusia (SDM) PKH yang telah bekerja maksimal dalam melaksanakan program pemerintah. Karena mereka bekerja keras setiap hari turun ke lapangan memberikan pendampingan KPM. Para pelaksana PKH harus meningkatkan kualitas dalam menjalankan tugasnya, terutama melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan selalu ramah terhadap masyarakat.

“SDM PKH agar melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pihak Kecamatan dan Kelurahan/Desa, dan melaporkan pelaksanaan tugasnya secara berjenjang, termasuk mengevaluasi dan mencari penyelesaian semua permasalahannya”, jelas Fauzi dalam sambutannya pada rakor PKH di hotel utami Sumenep. Senin, 02/12/2019. (Ong).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *