KPU Kabupaten Kediri Launching Mobil Pintar Pemilu Digital

  • Whatsapp
KPU Kabupaten Kediri saat melaunching mobil pintar pemilu

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Untuk mensukseskan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020, KPU Kabupaten Kediri sebagai penyelenggara ingin bekerjasama dengan awak media sebagai humas masyarakat dalam acara Media Gathering. Bertempat di kawasan wisata Kebun Bibit, Jl. Raya Mejono, RT.02/RW.02, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Minggu 16 Februari 2020.

Pada kesempatan ini KPU Kabupaten Kediri juga melaunching mobil pintar pemilu sebagai salah satu inovasi baru. Karena menurutnya tidak semua orang bisa mengakses RPP (Rumah Pintar Pemilu) Digital. Hal ini diterangkan Nanang Qosim, Divisi Parmas, mobil pintar pemilu tersebut digunakan untuk hadir di beberapa tempat kumpul masyarakat. Untuk menunjukan bahwa KPU Kabupaten Kediri peduli terhadap informasi pengetahuan tentang seluruh hal berkaitan dengan kepemilihan, demokrasi dan kepemiluan.

“Karena, kami harus memfasilitasi semua termasuk mereka yang tidak bisa datang mengakses RPP Digital yang ada di Kantor KPU Kabupaten Kediri. Tapi kami juga harus bisa hadir di semua tempat yang mampu kita jangkau termasuk di pelosok desa,” ujarnya.

Read More

Lokasi wisata ini dipilih sebagai tempat untuk melaunching mobil pintar pemilu karena menurutnya adalah salah satu tempat yang menampung banyak orang dan nyaman untuk bersosialisasi. “Saya yakin teman-teman media di tempat yang nyaman ini kita bisa duduk bareng. Tidak harus bertemu dalam acara formal, karena kita adalah bagian bersama dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020,” ungkap Nanang.

Terkait dengan kelanjutan proses rekrutmen PPK, Nanang Qosim mengatakan pihak KPU telah mengumumkan lima orang calon PPK terpilih dan lima orang calon PAW melalui media cetak dan elektronik yang ada di Kediri serta di website KPU sendiri pada Sabtu (15/2) kemarin. Selanjutnya pihak KPU masih menunggu selama 3 hari pengumumannya dan 7 hari untuk tanggapan masyarakat yang kemudian akan diklarifikasi.

“Kalau memang calon yang bersangkutan ternyata terlibat hal-hal yang berkaitan dengan integritas kepemiluan, maka bisa jadi mereka akan dibatalkan. Tapi kalau tidak, maka akan kami lanjutkan untuk melantik lima orang tersebut dan lima orang belakangnya sebagai PAW,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tanggapan masyarakat sendiri ada dua, pertama setelah tes tulis terdapat 12 tanggapan yang telah di klarifikasi, ada yang positif dan negatif. Termasuk adanya rekomendasi dari Bawaslu atas keterlibatan calon PPK dalam partai politik, mereka telah membuat surat pernyataan dan surat keterangan dari pimpinan partai masing-masing, bahwa yang bersangkutan bukan anggota partai dan bukan pengurus partai.

“Ada empat orang yang sebelumnya sudah menjadi penyelenggara, baik itu PPK maupun Panwascacam. Saya rasa mereka sudah MS, tidak fair kalau kemudian kita TMSkan mereka, karena tahun kemarin sudah menjadi penyelenggara. Kami melanjutkan apa yang menjadi kebijakan KPU dan Komisioner Bawaslu sebelumnya, bahwa ketika calon tersebut sudah pernah menjadi PPS, Panwascam dan PPK, maka mereka layak,” jelasnya.

Namun jika dikemudian hari ternyata ada bukti yang menunjukkan bahwa calon tersebut adalah bagian atau pengurus partai politik, maka bisa jadi mereka akan digugurkan dan dicoret dari PPK sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat di atas materai. “Karena sudah bertanda tangan, jika memang terbukti mereka akan menerima sanksi sesuai peraturan regulasi yang berlaku,” tegas Nanang Qosim. (CS/bub)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *