Lewat PKM Dosen FT Universitas Wiraraja, Mahasiswa Diajari Optimalisasi Daur Ulang Sampah

Tangkapan layar PKM Dosen FT Universitas Wiraraja secara daring via Zoom Meeting

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Data limbah di Indonesia setiap tahun prosentasenya mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, data limbah yang dihasilkan adalah 60% berasal dari sampah organik, 9% berasal dari sampah kertas, 4,3% berasal dari sampah metal, 12,7% berasal dari sampah kaca, kayu, dan bahan lainnya.

Pada tahun 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun, hal ini menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang perhari sebesar 0,7 kg.

Bacaan Lainnya

Komposisi jenis sampah yang dihasilkan adalah 50% berasal dari sampah organik (sisa makanan dan tumbuhan), 15% berasal dari sampah plastik, 10% berasal dari sampah kertas, kemudian sisa sampah lainnya berasal dari logam, karet, kain, kaca dan lainnya.

“Dengan adanya permasalahan tersebut saya merasa perlu memberikan informasi kepada masyarakat yang kita mulai dari mahasiswa tentang potensi sampah di sekkitar kita”, ujar dosen FT Universitas Wiraraja Sumenep, Anita Intan Nura pada rilisnya. Senin, (30/8/2021).

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Anita Intan Nura Diana dan Subaidillah Fansuri bersama DLM Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja https://wiraraja.ac.id adalah sosialisasi “Optimalisasi Daur Ulang Sampah Organik Dan Anorganik Untuk Meningkatkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa Teknik Sipil”.

“Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2021 melalui Zoom Meeting. Karena saya berharap, acara sosialisasi ini tetap berlangsung dengan lancar walaupun dalam masa pandemi Covid-19,” terang Anita.

Kegiatan ini merupakan inforamasi awal potensi sampah, pengembangan kegiatan lanjutan masih sangat mungkin untuk dilaksanakan kembali. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh dosen. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 61 mahasiswa dan 3 narasumber.

“Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali beberapa materi di antaranya pengetahuan alat dan bahan cara pembuatan paving block menggunakan bahan limbah plastik, cara pembuatan paving block dengan bahan Limbah Serbuk Kaca dan Limbah Abu Batok Kelapa serta Kapur Hidrolis, Limbah Pecahan Kaca dan Abu Daun Bambu sebagai bahan pengganti semen,” tutur Anita.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *