LSM dan RSM Ahmad Dahlan Gelar RDP Bersama DPRD Kota Kediri

Kegiatan RDP di ruang Sidang Utama DPRD Kota Kediri

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Sebagai lembaga kontrol sosial keberadaan LSM, masih dianggap memiliki peranan penting dalam memperjuangkan hak dan kewajiban setiap warga negara. Atas fasilitas DPRD Kota Kediri, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDPT) digelar Senin (13/12) di Ruang Sidang Utama sempat berlangsung sengit. Namun akhirnya diketahui bahwa permasalahan di RSM Ahmad Dahlan, hanyalah kesalahpahaman.

Bahwa permasalahan terjadi di rumah sakit milik Organisasi Muhammadiyah ini sebenarnya telah selesai. Namun atas aduan dari LSM IPK, kemudian pimpinan dewan memutuskan menggelar RDP dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Dipimpin Katino, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, hadir dalam acara di atas, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fauzan Adiman, Direktur RSM Ahmad Dahlan, dr. Zainul Arifin, kuasa hukum RSM, Masbuhin, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik serta perwakilan LSM IPK.

“Berdasarkan surat masuk kemudian kami agendakan pertemuan ini. Pada intinya ke depan, teman-teman ingin merasakan suatu perbaikan dan ini telah dijawab pihak rumah sakit. Permasalahannya telah clear demi kemajuan seluruh rumah sakit di Kota Kediri. Kalau memang kemarin ada kesalahan, tujuan teman-teman saling mengingatkan,” jelas Katino, selaku pimpinan sidang.

LSM dan perwakilan RSM Ahmad Dahlan, serta Anggota DPRD Kota Kediri seusai RDP

Ucapan terima kasih disampaikan Kadinkes dr. Fauzan Adima atas masukan diberikan LSM dan akan menjadi kontrol masyarakat dalam pelayanan kesehatan. “Kami juga ucapkan terima kasih kepada RS Muhammadiyah bersedia membuka ruang terhadap koreksi masyarakat. Bahwa semuanya tujuan baik saling mengingatkan dan berlomba-lomba melakukan kebaikan. Kedua belah pihak saling koreksi untuk perbaikan kesehatan di Kota Kediri,” terang Kadinkes Kota Kediri

Selanjutnya, diterangkan dr. Fauzan Adima, pihaknya telah membentuk tim panel terdiri Badan Pengawas dari Provinsi Jawa Timur, tenaga ahli dan asosiasi profesi kesehatan. Tujuannya melakukan kajian bila ada kesalahan prosedur pelayanan kesehatan pada rumah sakit. Pihak RSM, melalui Direktur Utama, dr. Zainul Arifin menyampaikan akan terus memberikan support kepada masyarakat Kediri dalam pelayanan kesehatan.

“Kami akan selalu mensupport masyarakat Kediri kota maupun kabupaten dalam pelayanan kesehatan. Tentunya semua tetap berpedoman pada mutu akreditasi demi selalu meningkatkan kualitas,” ungkapnya.

Dikonfirmasi usai pertemuan, Tomi Ari Wibo menyampaikan bahwa permasalahan telah selesai dan kedua belah pihak telah saling memaafkan. “Pada intinya pihak rumah sakit meminta maaf dan kami memaafkan, masalah selesai. Tidak harus dibawa ke ranah hukum,” ungkap Tomi Ari Wibowo, Ketua Umum Ikatan Pemuda Kediri (IPK). Bahwa sebenarnya yang dilakukannya, merupakan murni misi kemanusiaan. (Fais)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *