Lsm LIRA, Soroti Dugaan Penyelewengan Dana Inspektorat tahun anggaran 2019

  • Whatsapp
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA DPD kota Makang, melakukan audensi intens pada Inspektorat Kota Malang [IST]

MALANG KOTA, RadarBangsa.co.id – Untuk pertama kalinya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LiRA DPD Kota Malang menggelar dengar pendapat atau audensi bersama Inspektorat Kota Malang Senin, (12/4/2021).

Hadir dalam audensi Kepala Inspektorat, Sekretaris dan jajaran Kepala Seksi serta Walikota LiRA dan Sekda LiRA beserta jajarannya ada 10 poin yang di sampaikan Lsm LiRA DPD Kota Malang terkait anggaran di Inspektorat Kota Malang di tahun 2019.

Bacaan Lainnya

Adapun pembahasan yang pertama terkait anggaran peningkatan sarana dan prasarana seperti pemeliharaan kendaraan dinas atau operasional rutin dan berkala.

Yang kedua terkait anggaran penyusunan laporan, ketiga membahas bidang pengawasan wilayah 1 terkait penangan laporan gratifikasi, wilayah tiga meliputi pelaksanaan pengawasan internal berkala, dan wilayah empat mengenai kegiatan pengaduan masyarakat dan pemeriksaan.

Kepala Inspektorat Drs. Abdul Malik M.Pd menjelaskan bahwa untuk beberapa poin anggaran tersebut diperuntukkan untuk semua mobil operasional atau dinas. Sedangkan dalam laporan tertulis untuk 7 mobil dan 3 sepeda motor.

“Memang besaran anggaran operasional mobil. Itu untuk BBM dan operasional seluruh kendaraan dinas” jelas Malik.

Walikota LSM LiRA DPD Kota Malang saat suspensi mengatakan bahwa LSM LiRA yang merupakan mitra kritis dari pemerintah perlu tahu dengan anggaran pelaporan yang dirasa janggal.

Di singgung terkait laporan anggaran penanganan gratifikasi dan sosialisasi yang nilainya sebesar Rp399.186.029,- yang dirasa sangat besar dan perlu penjelasan agar tidak timbul kecurigaan masyarakat.

“Ibarat Inspektorat payungnya rusak, bagaimana dengan yang di bawahnya. Maka akan rusak juga, dan kita disini bukan lawan, kita adalah mitra. Kita saling kontrol dan kritik ” tegas pria yang akrab dipanggil Arif.

Sementara salah satu staf Inspektorat sedikit menjelaskan bahwa salah satu kegiatan sosialisasi di saat ada kegiatan KPK di Kota Malang, ada pengadaan kaos sebanyak 600 biji pihaknya mengatakan bahwa kaos tersebut dengan harga 200 ribu rupiah per biji.

Di absensi tersebut juga mendapat kritik yang serius dari kepala dinas Kominfo LSM Lira Kota Malang Didik Nur, bahwa anggaran pemeliharaan dan operasional mobil dinas sangat tidak wajar.

,”Kita perlu curiga dengan anggaran operasional mobil dinas sebesar 249.914.000,-. menurut saya nilai itu sangat tidak wajar” ungkapnya.

Dan sebagai penutup Abdul Malik menerangkan bahwa nantinya kita akan menjawab secara tertulis terkait audensi ini dan secepatnya akan diberikan ke LSM LiRA Kota Malang.

(Win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *