LSM Siti Jenar Kecam Keras Menjamurnya Pabrik Penggilingan Batu “STONE CRUSHER” Yang Memakai Bahan ILEGAL

oleh -92 views

SITUBONDO,radarbangsa.co.id – Banyak berdiri selep batu atau mesin pemecah batu (Stone Crusher) disejumlah daerah di Kabupaten Situbondo yang terindikasi kuat tidak memiliki ijin pengelolaan hasil tambang. Sehingga memantik reaksi dari sejumlah kalangan, termasuk para aktifis peduli lingkungan. Bahkan, dalam kurun waktu yang tidak begitu lama, APH Situbondo akan segera mengambil tindakan tegas.

Ungkapan pertama disampaikan oleh Eko Febrianto, Ketum LSM Siti Jenar, Rabu (17/07/2019). Menurutnya, penertiban para pengusaha stone crusher sejatinya dan Seharusnya dilakukan aparat penegak hukum (APH) Situbondo dengan tegas dan transparan. “Mereka (pengusaha Stone Crusher), rara – rata hanya mengandalkan ijin layak operasi,” ujarnya.

Bak gayung bersambut, ungkapan tersebut direspon oleh Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono, SH. Menurut Kapolres, pihaknya tidak pernah bermain main dalam hal tersebut. Bahkan, orang nomer satu di Polres ini mengaku akan segera mengevaluasi perijinan tersebut dan tidak akan segan – segan untuk menindak tegas bagi yang jelas dan terungkap tak mengantongi ijin prinship.

Pantauan dilapangan, diwilayah barat KAB SITUBONDO Saja sedikitnya ada 4 titik Stone Crusher yang gencar beroperasi. Sementara diwilayah tengah (sekitar kota) dan wilayah timur beroperasi cukup lama ada 1 stone crusher. Seluruh crusher tersebut disuplay material dari sejumlah tambang yang tersebar disejumlah titik diwilayah Kabupaten Situbondo.

Menurut Hasil Investigasi Tim LSM SITI JENAR dapat dipastikan semua Stone Crusher masuk kategori ilegal. Pasalnya, mereka mengambil batu kali dari sungai dan hingga saat ini belum pernah ada ijin dari pihak manapun. “Jika dikategorikan disuplay dari tambang rakyat, itu wajib jelas mekanismenya, dan ada aturan – aturan yang mengikat. Coba cek material yang dikelola dari mana,” tandasnya.

Lanjut Ketum LSM SITI JENAR : Pertambangan Rusak nya Jalan, Warga pun Resah Jangankan CSR malahan Rusaknya Infratstruktur Jalan Dan Debu yang Menghampiri Rumah Mereka Dikala Hilir Mudik Angkutan bahan Baku Matrial Yg Memasuki Penggilingan Batu yang Disuplai Dari Beberapa Titik Penambangan Galian C Batu ILEGAL yg Banyak Di Jumpai Di Kabupaten SANTRI Situbondo Ini.

Bukan hanya hal tersebut yang belakangan mulai menguap ke permukaan, namun tentang penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Juga diduga kuat menggunakan BBM bersubsidi. Padahal jelas aturannya bahwa industri wajib menggunakan BBM non Subsidi. Alih alih penertiban ijin untuk Stone Crusher, terkait BBM saja banyak pengusaha lihai mengelabuhi APH.

“Semua sudah menjadi rahasia umum Mas. Kita tunggu reaksi dan langkah tegas kepolisian terkait semua itu. Selain tindakan tegas dan konprehensip, saya kira polisi jangan bertindak secara parsial agar supaya tidak bias dan menimbulkan persoalan baru. Bisa dipastikan mereka tidak mengantongi Kelengakapan Ijin Dan Dari mana Asal Bahan baku untuk Produksi nya” kata Eko Febrianto, sambil mendata lokasi Stone Crusher yang ada. Sementara banyak dari mereka Kan juga Tidak Mengantongi Kelengakapan Dokumen Perijinan Lengkap toh.

Menurut Ketum SITI JENAR ini, pabrik pemisahan pasir dan batu termasuk dalam salah satu usaha yang harus ditertibkan.

Belum lagi Suplai Utama Produksi nya yang jelas jelas berasal dari Hasil aktivitas Pertambangan Ilegal. Berupa Batu,Pasir dll. (HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *