Mahasiswa Umm Memberikan Sosialisasi Dengan Bahan Rumah Tangga di Jombang Sudah Bisa Mencegah Covid-19

  • Whatsapp
Mahasiswa UMM Malang saat sosialisasi ke masyarakat

JOMBANG, RadarBangsa.co.id -Melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Mahasiswa UMM yang beranggotakan 5 orang diantaranya yaitu Febrianti Wulan, Lia Savitri, Agnes Yusiana, Nymaz Putri, dan Kemal Dimas mengajak masyarakat desa mayangan melakukan pembuatan handsanitaizer dan desinfektan dari bahan-bahan yang mudah di temukan disekitar rumah dengan cara yang mudah dan harga terjangkau.

Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang sangat dibutuhkan kesadaran diri untuk menjaga diri agar tidak terpapar virus baik dengan mengonsumsi obat yang meningkatkan kekebalan imun.tidak hanya menjaga diri tetapi juga harus menjaga lingkungan tempat tinggal agar tidak terkontaminasi virus atau bakteri.

Maka dari itu Mahasiswa UMM yang sedang mengikuti PMM di Desa Mayangan mengajak masyarakat untuk membuat desinfektan dan handsaniteizer dengan bahan yang mudah di jumpai dan dengan harga yang terjangkau. Desinfektan sendiri adalah cairan pembersih yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol yang bertujuan untuk membunuh bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang terdapat pada ruangan atau permukaan benda mati.

Disinfektan biasanya digunakan untuk membersihkan permukaan benda-benda yang paling sering disentuh orang banyak. Contohnya, gagang pintu, meja, kursi, keran wastafel, lemari, dan lain-lain. Disinfektan juga mengandung konsentrasi biosida yang tinggi. Maka dari itu, disinfektan lebih efektif dalam mencegah timbulnya bakteri dan mikroorganisme pada permukaan benda mati apa pun, yang menjadi perantara paparan infeksi virus atau bakteri berbahaya bila dihirup atau disentuh manusia.

Lalu untuk membuat desinfektan sendiri di rumah dengan bahan seadanya di rumah,bisa menggunakan bahan desinfektan yang direkomendasikan utama yang merupakan pembersih rumah tangga yaitu jenis desinfektan yang di rekomendasikan adalah cairan pemutih yang mengandung natrium hipoklorit atau cairan pembersih karbol yang mengandung benzalkonium klorida, cairan pemutih tersebut dianggap ampuh membunuh bakteri dan mikroorganisme sprektrum luas.

Namun penting untuk diwaspadai sebelumnya bahwa penggunaan cairan pemutih perlu diketahui cara penggunaannya karna bersifat kaustik yang artinya dapat menimbulkan iritasi dan kerusakan pada kulit selain itu penggunaan cairan pemutih yang salah dapat menimbulkan uap yang beresiko mematikan.karenanya, penting untuk memcampurkan cairan pemutih dengan air terlebih dahulu sebelum menggunakannya.Untuk cara pembuataanya yaitu pertama tuang cairan pemutih secara hati-hati kedalam botol kaca terlebih dahulu (untuk 2 sendok cairan pemutih atau setara dengan 30 ml maka diencerkan dengan air 1 liter ).

Kemudian tambahkan air bersih dan aduk hingga tercampur dengan merata.jika sudah,tutup botol kaca dengan rapat,lalu kocok secara perlahan agar cairan pemutih dapat tercampur sempurna dengan air. Kemudian apabila larutan cairan pemutih sudah tercampur sempurna,maka bisa dipindahkan ke dalam tempat botol semprot yang lebih kecil agar mudah digunakan.

Lalu untuk cara menngunakan desinfektan yang digunakan untuk membersihkan permukaan benda adalah sebagai berikut :1. Gunakan sarung tangan sekali pakai dan masker saat membersihkan permukaan bendaguna menghindari paparan langsung dengan virus atau bakteri.Jauhi kontak cairan disinfektan secara langsung dengan kulit dan mata.

2. Jika permukaan benda terlalu kotor, sebaiknya bersihkan dengan cara mencuci atau menyikatnya menggunakan sabun deterjen dan air panas terlebih dahulu. Apabila permukaan benda tampak bersih, langsung semprotkan larutan disinfektan.

3. Anda bisa menyemprotkan larutan disinfektan langsung ke permukaan benda yang keras, lalu tunggu selama 5 menit.Kemudian, lap dan biarkan mengering dengan udara selama beberapa menit.

4. Pastikan permukaan benda yang disemprot cairan disinfektan dilap hingga kering sebelum disentuh.

5. Jika sudah selesai membersihkan permukaan benda dengan disinfektan, segera lepas sarung tangan dan masker.

6. Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun hingga bersih.Tidak hanya pembuatan desinfektan Mahasiswa UMM juga membantu masyarakat desa mayangan untuk membuat handsanitizer dengan dua bahan saja yaitu alkohol dan gel aloevera. perbedaan handsanitizer dengan desinfektan adalah handsanitizer diperuntukan untuk membunuh bakteri dan virus yang di gunakan di tubuh.sedangkan desinfektan digunakan untuk benda-benda mati seperti meja, gagang pintu,dan lain-lain.

Tetapi baik antiseptik maupun desinfektan mengandung bahan yang bernama Biosia yaitu bahan aktif yang aktig digunakan untuk membunuh bakteri seperti kuman.Pembuatan handsanitizer menggunakan 2 bahan yaitu alkohol 70% dan gel aloevera dengan perbandingan 3:1 yaitu apabila membuat handsanitizer 1000 ml maka dibutuhkan alkohol 70% 750 ml dan gel aloevera 250 ml.kemudian dua bahan tersebut dicampurkan sedikit demi sedikit sampai tercampur merata selam kurang lebih 15 menit.jika ingin lebih harum bisa ditambahkan essense aroma lemon atau sebagainya sesui selera,
jika sudah handsanitizer bisa dipindahkan ke wadah yang lebih praktis dan efisien untuk dibawa kemana-mana.

Mahasiwa UMM membuat handsanitizer dan desinfektan membuat dalam sekala besar untuk dibagikan kepada masyarakat desa mayangan yang turut berpartisipasi dalam pembuataan. Tidak hanya itu mahasiswa PMM UMM memberikan beberapa pertanyaan kepada masyarakatterkait cara mencuci tangan yang benar, pentingnya menggunkan masker dan membawa handsanitizer saat bepergian tidak lupa juga menyemprotkan desinfektan dirumah minimal 1 bulan sekali,ternyta banyak warga yang belum tau tentang wawasan yang sangat sederhana untuk mencegah covid-19 agar tidak terpapar virus tersebut. Maka dari itu mahasiswa UMM berharap dengan diadakannya penyuluhan ini dapat membantu penekanan angka positif coviddidesa mayangan tersebut telebih lagi kabupaten jombang.Dalam rangka acara ini mahasiswa UMM didampingi oleh pembibing lapangan Mohamad Irkham Mamungkas,ST,MT,.

Penulis : Nymaz Putri Prameswari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *