Makam Waliyullah Mbah Taman Harjo Banjarwati Lamongan,Dibanjiri Peziarah

0
1027

LAMONGAN, radarbamgsa.co.id – Makam Waliyullah Mbah Taman Harjo dengan jejuluk Mbah Sabdo Suling di desa Banjarwati,Paciran Lamongan,dibanjiri para peziarah dari luar kota,

Tadi malam pukul 19.30 wib hingga 12.00.
Para santri pondok pesantren Roudlotut darojat,Banjarwati Paciran Lamongan mengikuti istighosah akbar di makam waliyullah Mbah Taman Harjo atau jejuluk Mbah Sabdo Suling,yang lokasinya di baratnya pesantren,persisnynya dimakam umum desa Banjarwati,kecamatan Paciran,kabupaten Lamongan Jawa timur,

Kegiatan istighosah ini sebenarnya adalah kegiatan rutin yang sudah biasa di adakan oleh Kyai.Mustaji beserta santri-santrinya,beserta keluarga pesantren Roudlotut darojat lainya,namun tahun ini karena banyaknya peziarah luar kota yang datang,kegiatan itu dibuka untuk umum,dan khusus untuk istighosah akbar diadakan setiap malam Jum’at Wage.

Kebetulan Minggu ini adalah momen dimana negara kita telah usai melaksanakan pemilu berjalan dengan sukses dan damai,maka sebagai rasa syukur kepada Allah,kegiatan istighosah Akbar difokuskan untuk kedamaian negeri tercinta,

Menurut Ustadz Rozi,pengurus pesantren,”Kegiatan ini diadakan untuk melatih santri,agar terbiasa
Berdzikir dan cinta pada walinya Allah Swt”, tuturnya,saat ditemui awak media di lokasi acara,(Jum’at,19/04/2019).

Acara diawali dengan pembacaan istighosah,bacaan Yasin,tahlil,sholawat dan do’a bersama,dengan dipimpin oleh K.H.Hanafi,dari Tambakboyo Tuban,didampingi oleh pengasuh pondok pesantren Roudlotut darojat Kyai.Mustaji,dan sederet pengurus lainya.
Harapan Kyai Hanafi, “semoga kegiatan rutin tiap malam Jum’at Wage di makam Mbah waliyullah ini bisa terlaksana secara Istiqomah,Amin”,
Pesanya pada jamaah yang hadhir dengan nada penuh harap,

Hal senada disampaikan oleh Kyai.Mustaji,pengasuh pondok pesantren Roudlotut darojat,
“Ini makamnya waliyullah,marilah kita rawat bersama,agar hidup kita jadi barokah,sebab mencintai waliyullah itu sama dengan mencintai Rosulullah Saw,karena waliyullah adalah ulama’ pewaris nabi”,Terangnya.

Dalam acara istighosah Akbar ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai daerah,ada yang dari Tuban,jamaahnya Kyai Hanafi Sendiri ada 20 mobil,belum yang dari Gresik,Surabaya,Sidoarjo,Malang,Jombang,Rembang,Sarang,Pati,Bojonegoro,dan masyarakat sekitar desa tersebut.
Alhamdulillah acara istighosah Akbar berjalan dengan lancar,tanpa kendala,walaupun diselimuti mendung namun sampai usainya acara tidak ada hujan,
Respon masyarakat setempat dan sekitarnya terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi,

Bangunan pesarean baru berdiri kerangka,dan sebagian atap,sebentar lagi insyaallah akan cepat selesai karena memang masih dalam proses pembangunan.

Berkat dukungan dari para tokoh masyarakat,pemuda,ormas,dan semua elemen utamanya pemerintah desa,
Kita optimis bangunan pesarean makam Mbah waliyullah Taman Harjo ini dalam waktu relatif singkat akan selesai dan kelihatan mewah,karena tiangnya tinggi,halamannya luas,suasananya juga dekat dengan laut Pantura,pasti peziarah akan bertambah krasan.

Tidak ketinggalan pula,turut hadhir dalam acara istighosah Akbar ini,Tokoh Spiritual nasional yang juga ketua paranormal se-Asia,Kyai M.Muzakkin(Gus Zakky),yang juga sesepuh dan penasehat pesantren Roudlotut darojat Banjarwati,
Menurutnya,
“Sejarah waliyullah Mbah Taman Harjo yang jejuluk Mbah Sabdo Suling ini masih dalam proses penelitian,bila nanti sudah selesai,akan segera saya bukukan,agar publik tidak bingung dan bisa mengetahui siapa sebenarnya waliyullah Mbah Taman Harjo dengan jejuluk Mbah Sabdo Suling di desa makam umum desa Banjarwati Paciran itu ? mohon do’a restu dari panjenengan sedoyo nggih, Ungkapnya dengan nada merendah,

Lanjut Gus Zakky,Pria yang sehari-harinya sebagai ketua umum JCW(Jatim Corruption Watch)Provinsi Jawa timur dan ketua pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) berpesan pada semua khalayak,
“Bahwa keberadaan makamnya Mbah waliyullah di makam umum desa Banjarwati ini jangan diperdebatkan,apalagi jadi polemik,karena ini bukan wilayah antara rasional dan tidak rasional, lebih- lebih berkomentar yg negatif,kasihan Mbah Walinya,sebab bila itu yang terjadi,di khawatirkan barang ghaib yang menjaga makam tersebut tidak terima,kemudian melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,soalnya makam itu penduduk setempat hampir mayoritas mengetahui bagaimana sejarah mistis dan kekeramatanya”, Tegasnya.

Ini penting untuk diketahui oleh semua lapisan masyarakat agar semua bisa menyadari dan saling menghormatinya,
Seperti ajaran tasawuf,bahwa menghormati sesoorang itu tidak hanya sewaktu orangnya masih hidup saja,meskipun sudah meninggalpun harus tetap dihormati,dengan cara merawat,menziarahi makamnya,
Tidak hanya pada makamnya Mbah waliyullah saja,termasuk pada makam nenek moyang kita semua harus kita hormati keberadaanya,

Semoga kita diberi kesehatan,panjang umur,banyak Rizki,barokah hidupnya, selamat dunia akhirat,dan berakhir dengan Khusnul khotimah,Amin.

Demikian kata Gus Zakky,pria yang juga pengasuh pondok pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa,pecandu narkoba,mantan preman dan anak jalanan”Dzikrussyifa’ Asma’berojomusti” di Sekanor,Sendangagung,Paciran Lamongan Jawa timur ini dalam mengakhiri pembicaraanya,

Reporter : MM/Kiki
Sumber : Suara JCW News.

LEAVE A REPLY