Mayat pun Ikut Demonstrasi di Banjaranyar Sumberagung

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Mungkin inilah potret Dusun Banjaranyar Desa Sumberagung Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

Tidak hanya warga yang menuntut penyelewengan kebijakan yang terindikasi KORUPSI yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Sumberagung (SHODIKIN) dengan menutup akses jalan kemakan, tapi rupanya para arwah juga protes karena tak jalan baginya. Itulah kenyataan yang terjadi di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Seluruh warga Sumberagung kususnya dusun Banjaranyar merasa sangat resah semenjak di bangunnya proyek tol dimana jalan menuju makam tidak seperti dulu.

Padahal jalan itu sudah ada sejak dulu kala. “Ini kebijakan macam apa jalan kuburan kok ditutup.

Kepala Desa kok gak ngerti kepentingan orang banyak”, begitu kata seorang warga desa setempat yang tidak mau disebut namanya.

Ketika awak media dan team mencari warta, ternyata jalan itu sesungguhnya telah ada denah gambar resmi dari pihak pengelola proyek tol.

Dan dalam denah gambar tersebut, ternyata jalan menuju kemakan itu benar-benar ada dan sudah terencana dan terkondisikan oleh pihak perusahaan pengelola jalan tol.

Tapi anehnya, kenapa pihak desa tidak mau merealisasikan persoalan yang membuat warga resah berkepanjangan. Diduga, hal itu tidak menutup kemungkinan adanya tindakan KORUPSI. yang melibatkan berbagai pihak. Hari2 ini, ada indikasi jika persoalan jalan menuju makam akan direalisasikan.

Dan jika hal itu benar2 dilakukan, maka pertanyaannya… kenapa hal itu baru dilakukan sekarang…? Dan hal tersebut malah menimbulkan berbagai tanda tanya besar, dan mengarah pada satu kesimpulan bahwa masalah kebijakan jalan menuju kemakan benar2 beraroma KORUP.

Warga desa Sumberagung rasanya sudah tidak percaya lagi kepada mantan kepala desa mereka.

Yang jelas banyak pihak merasa kebakaran jenggot, dan seluruh warga Sumberagung akan terus menuntut tentang kebijakan2 yang merugikan warga selama kepemimpinan desa itu salah dan korup.

Semua warga Sumberagung kini sudah mulai bangkit dan peduli kepada desa yang dicintainya. Tinggal soal waktu yang akan menjawab dan membuktikan. Kita tunggu. (Za)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *