Mega Proyek Islamic Center, DPUTR Gresik Diduga Dirahasiakan

Tampak dua Bangunan Gedung Mega Islamic Center di WIalayah Balongpanggang

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Keanehan terlihat ketika ada yang mau memasuki daerah pembangunan Mega Proyek Islamik Center, jangankan masuk mendekat saja langsung di “damprat” dan di usir oleh petugas jaga maupun orang yang ada di wilayah proyek, meski kita sudah menunjukkan kartu identitas (Press Card).

Proses pengerjaan ‘Mega Proyek’ Islamic Center tahap 2 di Kecamatan Balongpanggang diduga tertutup. Pasalnya, proyek yang didanai APBD Pemkab Gresik tahun anggaran 2020 dengan pemenang tender PT. Putra Nanggroe Aceh senilai Rp 10.198.365.118,10 itu melarang wartawan yang hendak melakukan monitoring ke area kerja. Hanya diperkenankan melihat sebatas pintu pos penjagaan.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan Indra Gunawan, oknum yang mengaku Kordinator konsultan pengawas dari PT. Pilar Empat Consultant. Menurutnya jika ingin masuk area proyek hingga monitoring ke area kerja. Harus membawa surat ijin terlebih dahulu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik.

” Tidak bisa masuk meskipun sampean dari wartawan dengan nada “Kasar” Aturanya jika ingin masuk area proyek harus membawa surat ijin dari DPUTR,” kata Indra Gunawan di pos penjagaan proyek saat menemui awak media. (07/10/2020)

Namun disinggung perihal aturan secara tertulis pelarangan liputan yang sudah dibuat hingga payung hukum yang menaungi seperti apa. Indra tidak bisa menjelaskan secara rinci. ” Wis pokoknya seperti itu. Jika ingin bertanya disini saja (pos penjagaan red),” ujar Indra lagi singkat.

Indra kemudian menjelaskan pengerjaan proyek Islamic Center tahap 2 berupa pembangunan konstruksi Tower C dan pengurugan jalan akses masuk. ” Hanya dua item pekerjaan. Pembangunan Tower C dan pengurugan jalan akses masuk. Namun, jika progres pengerjaan berjalan dengan cepat dan masih ada sisa waktu. Akan diajukan Addendum pembuatan sumur bor,” jelas Indra.

Progres pekerjaan masi menurut Indra, sudah mencapai 60 persen. Artinya melebihi dari jadwal yang yang ditetapkan. ” Progres plus 10 persen. Untuk menyelesaikan pekerjaan ini, kita masih ada waktu hingga akhir tahun 2020,” lanjut Indra

Usai penjelasan dari Indra, wartawan yang hendak mengambil gambar lebih dekat ke area Tower C tetap ditolak Indra. ” Jika kalian ingin mengambil gambar dari pos penjagaan saja. Tidak boleh lebih dekat lagi,” pungkas Indra.

Hasil pengamatan awak media, terdapat beberapa pekerja nampak sibuk menyelesaikan pekerjaan Tower C tanpa di lengkapi APD. Namun, pengurugan jalan akses masuk berupa urugan Limestone masih tidak ada aktifitas pekerjaan. Kabarnya, persoalan ini disebabkan pembebasan lahan warga yang belum dituntaskan, karena beberapa warga di area sekitar tidak mau menjual tanahnya. Selain itu, tidak bersedianya kontraktor pelaksana yang mau teken pernyataan permintaan warga sekitar. JIka nanti mobilisasi urugan akses jalan menimbulkan dampak kerusakan rumah warga.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Gresik, Tri Handayani Setyarini enggan berkomentar atau sekedar menemui wartawan yang hendak mengkonfirmasi persoalan ini. Pada tanggal (09/10/2020), Ditemui di kantornya selalu menghindar, karena scurity DPUTR selalu bilang tidak ada di tempat Sementara di hubungi melalui via cellularnya tidak ada jawaban, bahkan nomor telpon awak media (wartawan) di blokir, sehingga kami berasumsi bahwa ada “Udang di balik batu”

Islamic Center yang berada di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur kini sedang dibangun. Diharapkan, pembangunan proyek tersebut selesai tepat waktu sehingga bisa menjadi tujuan wisata religi.
Di kompleks itu direncanakan akan dibangun tiga gedung tinggi yang akan digunakan sebagai masjid, gedung serbaguna dan tempat manasik haji. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan sentra UMKM.

Proyek ini akan menyedot uang rakyat hingga puluhan miliar. Berdasarkan hasil lelang, untuk pembangunan tahap I di tahun 2019 ini saja, proyek itu menyedot uang rakyat hingga Rp 16.763.286.113,22. Sementara tahap 2 menyedot Rp 10.198.365.118,10. Anggaran sebesar itu khusus dialokasikan untuk pembangunan gedung.

(Yudi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *