Melihat Gaya Puan Maharani Beraksi, Bikin Geleng-Geleng Kepala

Ketua DPR RI Puan Maharani

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani ke daerah-daerah kerap meninggalkan banyak cerita. Obrolan singkat Puan dengan warga setempat tak sekadar tukar sapa, beberapa justru mengundang tawa. Dia juga terlihat berbaur secara alami, dengan gayanya yang kalem dan tak banyak bicara.

Salah satu momen yang membawa gelak adalah ketika Puan Maharani mengunjungi lokasi vaksinasi di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (26/9/2021).

Bacaan Lainnya

Perbincangan singkat Puan dengan warga yang menerima vaksin membuat orang sekitar tergelak. Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji yang mendampingi Puan kala itu bahkan sampai terbahak-bahak.

Semua berawal dari Puan yang bertanya perihal kesehatan dua orang perempuan yang baru saja disuntik. Ketika perbincangan mulai terbentuk, Puan iseng bertanya apakah mereka mengenalnya.

Secara spontan, salah satu ibu menjawab, “Adiknya Ibu Megawati”. Alih-alih tersinggung dengan jawaban melesetnya, Puan tertawa renyah, disusul oleh gelegar tawa Pangdam Mulyo.

Puan pun lantas bertanya kenapa ibu yang salah menjawab sebelumnya, kenapa sampai berkesimpulan dia adalah adik Presiden ke-5 RI tersebut. “Abis mirip,” kata ibu tersebut polos. “Oh matanya mirip ya,” kata Puan sambil tidak henti tertawa.

Tetapi berbeda dengan perempuan sebelumnya, seorang ibu lain yang mengenakan hijab menjawab dan meluruskan bahwa Puan adalah putri Megawati Soekarnoputri. “Anaknya Ibu Megawati. Ibu Puan Maharani,” jawabnya meralat temannya.

Suka nasi kucing

Selera makan Puan Maharani juga tak jauh berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Dalam salah satu kunjungannya ke Sleman, Yogyakarta pada November 2021 lalu, Puan sempat nongkrong di salah satu angkringan.

Mantan Menko PMK itu pun memborong hidangan di angkringan milik warga tersebut. Tak tanggung, Puan memilih sendiri beragam macam gorengan dan memasukkannya ke dalam kantong. Tak lupa dia juga memesan nasi kucing dengan rasa lengkap.

Pemilik angkringan tampak sumringah karena dagangannya laku diborong. Sebelum pergi, Puan bahkan sempat mengomentari makanan yang baru saja dibelinya. Kelihatannya enak, masih hangat pula, begitu kira-kira kata Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR di Indonesia itu pun kemudian berbagi jajanannya dengan rombongan. Dia kelihatan lahap dan benar-benar terbiasa makan “rakyat” berupa gorengan dan sejenisnya.

Ubi rebusan petani

Tak hanya itu, Puan juga sepertinya menikmati hidangan sederhana seperti ubi rebus. Dalam kunjungan sama, Puan yang datang mengunjungi petani di Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, melahap ubi rebus yang disuguhkan sambil berbincang hangat.

Hidangan “sederhana” itu agaknya justru sudah akrab di lidah Puan. Didampingi Wabup Sleman Danang Maharsa, Puan mendengarkan keluhan para petani.

“Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada di sini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya,” tanya Puan kepada sejumlah petani yang hadir.

Tak lama, seorang petani Tusiran menyampaikan berbagai keluhan yang dihadapi para petani seperti harga gabah rendah hingga sering telatnya distribusi pupuk subsidi, termasuk harganya yang cukup tinggi.

“Kami harap pemerintah supaya memperhatikan petani-petani. Patokan harga gabah itu berapa, karena petani juga banyak nggak tahu,” katanya. Selain itu, dia juga berharap ruas jalan tani diperbaiki karena kalau musim hujan jalannya rusak.

“Bawa gabah pakai motor atau mobil sering terpeleset. Kami juga mengharapkan ada saluran induk air sebab ketika musim kemarau, air untuk mengaliri sawah tidak lancar,” lanjut Tusiran.

Selain itu, Linggarsari Ayu, seorang petani muda dari generasi milenial mengaku memilih menjadi petani karena ingin membantu orang tuanya yang sudah lanjut usia.

“Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawahnya tidak dijual atau ditanami beton dijadikan di rumah,” ungkap Ayu.

Puan pun mendengarkan dengan seksama. Lalu di akhir kegiatan, dia memberikan bantuan bagi kelompok Pertanian Sendangmulyo, di antaranya 20 hand traktor, 20 pompa air, 1.000 bibit, dan 100 paket sembako bagi para petani setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *