Memprihatinkan! Mobil URC DPUTR Gresik Tabrak Gapuro Kalisari, Diduga Lepas Tanggungjawab

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Setahun sudah, robohnya Gapura Kalisari di Desa Kalipadang Kecamatan Benjeng masih dibiarkan mangkrak. Gapura peninggalan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang ambruk akibat terbentur mobil crane URC Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik itu. Hingga kini belum ada tanda -tanda perbaikan. DPUTR Gresik dinilai lepas tangan.

Kepala Desa Kalipadang, Candra Prasetyo Suwandi mengatakan pihaknya menyesalkan dengan sikap DPUTR Gresik yang terkesan membiarkan persoalan tanpa kejelasan atau paling tidak datang ke pemdes kalipadang untuk memberikan penjelasan.

” Perbaikan gapura peninggalan TMMD belum ada kejelasan yang pasti. Kordinasi lanjutan dari DPUTR dengan pihak desa juga belum ada semenjak gapura itu ambruk,” kata Suwandi di kantornya, Selasa (6/10/20).

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan pihaknya kesulitan jika perbaikan gapura itu ditanggung desa.

” Selain biayanya yang besar, kita juga kesulitan ngambil alokasi anggaran perbaikan gapura itu. Karena keterbatasan anggaran sementara kebutuhan pembangunan di desa masih banyak yang belum terealisasi,” ungkap Suwandi.

Suwandi berharap DPUTR Gresik bisa memberikan solusi persoalan ambruknya Gapura Kalisari. ” Kita berharap secepatnya ada solusi. Kita (Pemdes red) selalu ditanyai warga tentang perbaikan Gapura Kalisari,” harapnya.

Sementara Kasi Preservasi Jalan dan Jembatan, Femmy Husada menampik jika dituding lepas tanggungjawab dari persoalan robohnya Gapura Kalisari.

”Masi (DPUTR red) tidak lari dari tanggungjawab. Rencananya akan kita perbaiki namun masih menunggu giliran anggaran yang ada. Jadi harus sabar dulu,” kata Femmy di kantornya pada awak media yang datang untuk konfirmasi.

Disinggung estimasi biaya perbaikan Gapura Kalisari, Femmy masih belum bisa menjelaskan secara rinci.

” Masih belum tau rencana perbaikan itu akan habis anggaran berapa, namun, jika diperbaiki kita akan kembalikan seperti semula karena ini saya bingung untuk memasukkan pos anggaran pembangunannya,” lanjut Femmy.

Ia menganggap kejadian robohnya Gapura Kalisari merupakan kecelakaan kerja dari petugas DPUTR. ” Merupakan kecelakaan kerja. Tidak ada unsur kesengajaan,” tandasnya.

Pihaknya menyatakan akan segera kordinasi lanjutan dengan pihak Desa Kalipadang. ” Enaknya gimana segera akan kita bahas dengan pihak desa,” janji Femmy.

(Yudi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *