Mengubah Limbah Menjadi Pupuk Cair Organik, Demi Pertanian Berkelanjutan

  • Whatsapp
Tim KKN-P 71

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Dengan kemajuan teknologi khususnya dalam dunia pertanian, mahasiswa Tim KKN-P 71 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) memanfaatkan sisa limbah rumah tangga untuk diolah menjadi Pupuk Cair Organik (PUPUR) yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, yang mayoritas bekerja sebagai petani, Selasa (2/3/2021).

Kegiatan ini mulai dilakukan pada hari Selasa (2/3) pukul 13.00 WIB oleh mahasiswa KKN-P 71 di Pos Kesehatan Desa (POSKENDES) Desa Tanjangrono dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Pembuatan Pupuk Cair Organik (PUPUR) menjadi pilihan dalam program kerja kami karena cara pembuatannya sangatlah mudah, dan program ini dirasa sangatlah berguna nantinya untuk masyarakat Desa Tanjangrono.

Pembuatan Pupuk Cair Organik (PUPUR) dilakukan dengan menggunakan bahan dasar sisa memasak. Bahan-bahan itu antara lain kulit bawang merah, sisa sayur-sayuran, EM4, gula tetes, atau bisa diganti dengan gula merah yang dicairkan, dan air.

Semua bahan itu kemudian dipotong kecil-kecil, kemudian di masukkan ke dalam timba, ditambahkan air yang sudah dicampur dengan gula cair dan EM4, namun sebelum dimasukkan ke dalam timba, lapisi dulu timba dengan penyaring, setelah dimasukkan dan dicampur menjadi satu, tutup timba dan di diamkan selama kurang lebih dua minggu sampai membusuk.

Setelah dua minggu, racikan Pupuk Cair Organik dibuka dan di uji cobakan pada tanaman sebelum kita sosialisasikan kepada masyarakat Desa Tanjangrono. Kamis (18/3/2021), hasil pembuatan PUPUR kita sosialisasikan, sosialisasi dhadiri oleh perwakilan warga yang berprofesi sebagai petani dari setiap Dusun yang ada di Desa Tanjangrono termasuk perangkat-perangkatnya.

Kegaiatan ini dilakukan untuk membantu menambah wawasan masyarakat Desa Tanjangrono agar mengetahui kemanfaatan sisa limbah rumah tangga yang dapat digunakan menjadi produk yang bernilai.

Sukarminto, salah satu petani Desa Tanjangrono mengungkapkan “Saya mewakili petani Tanjangrono mengucapkan terimakasih atas wawasan yang telah adek-adek berikan kepada kami, ini sangat bermanfaat untuk para petani,” katanya.

Dengan antusias masyarakat atas program yang telah kami buat, Tim KKN-P 71 berharap agar masyarakat Desa Tanjangrono dapat terus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai, dan harapan kami semoga apa yang telah kami berikan kepada mereka dapat menjadi ilmu yang bermanfaat.

Penulis : Kurnia Pertiwi¹, Luthfi Indah Cahyani²

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *