Menjelang Bulan Ramadhan, paguyuban mamin ‘Sekar Pote’ demo minuman segar Takjil

Anis Sjafitri SE Ketua Paguyuban Mamin "Sekar Pote" sedang memberikan materi praktek minuman segar untuk Takjil Ramadhan [Her/RadarBangsa.co.id]

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Paguyuban Makanan dan Minuman (Mamin) “Sekar Pote” Sampang Madura Jawa Timur menggelar demo minuman segar untuk Takjil Ramadhan

Ada 5 jenis minuman Takjil yang menjadi materi demo disela sela Rapat rutin Bulanan dengan Anggota di Sekretariat “Sekar Pote” jalan Semeru Kelurahan Rongtengah Mingu (04/04/2021)

Bacaan Lainnya

Kelima jenis minuman itu Es Manado, Es Lidah buaya, Salad buah, Es Mentimun serta Es Thailand

Dijelaskan oleh Anis Sjafitrie SE Ketua Paguyuban Mamin “Sekar Pote”, setiap bulan digelar Rapat Pengurus dengan Anggota selain untuk Silaturahmi juga ajang menyampaikan perkembangan usaha masing masing
“Bulan kemaren sempat vakum karena kondisi Pandemi yang semakin meningkat, Alhamdulilah sekarang bisa tereelenggara walaupun tetap memperhatikan prokes,”ujarnya

Diungkapkan setiap pertemuan selalu diisi dengan demo dan berdiskusi terkait isue terkini

Karena menjelang Ramadhan materi demo kali ini menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yakni demo minuman segar Takjil Ramadhan

Disebutkan saat ini jumlah Pengurus dan Anggota Paguyuban 25 pelaku usaha Mikro berbasis makanan basah, namun ada juga olahan makanan kering yang semuanya para kaum Hawa

Diakui sebelumnya jumlah Anggota sempat mencapai 75 pelaku usaha, selain pindah ke Daerah lain pada umumnya banyak yang sudah mandiri dan terkendala dengan keluarga masing masing

Saat disinggung terkait upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang akan menyisir wajib pajak pelaku usaha mikro sektor mamin seperti Catering dan PKL setelah Restauran maupun Perhotelan, alumni Unijoyo ini mendukung dan mengapresiasi
“Sempat kami bahas pada pertemuan sebelumnya,” tuturnya

Menurutnya secara prinsip Paguyuban mendukung dan tetap sadar pajak namun yang perlu di evaluasi adalah jumlah prosentase pajak yang diwajibkan kepada pelaku usaha Mikro dalam regulasi tersebut

Dijelaskan 8 persen pembebanan pajak bagi Catering serta PKL dan 10 persen bagi jenis usaha Bakery itu sangat berat

Selain itu implementaai penerapan regulasi cenderung tidak merata terhadap seluruh sektor bisnis mamin

Ia berharap agar Pemerintah meninjau kembali besaran prosentase yang memberatkan tersebut berdasarkan fakta yang sesungguhnya

Paguyuban Mamin “Sekar Pote” merupakan embrio dari Sentra Mamin Sekar Pote yeng terbentuk sejak tahun 2002

“Sekar Pore” merupakan satu satunya Sentra maupun Paguyuban Mamin di Sampang yang saat ini masih eksis

Banyak kegiatan dan pengembangan jaringan seperti bermitra dengan PT Bogasari, bahkan waktu menjadi Sentra Mamin “Sekar Pote” menjadi inisiator terbentuknya “Bazar Takjil” di Monumen yang sampai saat ini aktif namun vakum sejak Pandemi Covid-19.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *