Menolak RUU HIP, MUI Kota Sorong Mengadakan Aksi Deklarasi

  • Whatsapp
Deklarasi tepat di Masjid Al-Agung Kota Sorong

PAPUA BARAT-SORONG, RadarBangsa.co.id – Mencermati gejolak sosial yang sedang terjadi di pusat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong melakukan deklarasi pernyataan sikap merespon isue nasional Terkait himbauan MUI Pusat mengenai Penolakan RUU HIP di depan masjid Al-Agung Kota Sorong. 26/06.

Deklarasi yang terjadi tepat di Masjid Al-Agung Kota Sorong, sempat dihadiri oleh berbagai perwakilan tokoh Pemuda dan Agama. Pukul 13.00 WITA

Bacaan Lainnya

Dalam deklarasi itu, MUI Kota Sorong sebagai wadah dari seluruh Ormas Islam yang ada di kota Sorong menilai ada upaya-upaya terencana dan sistematis untuk merubah Panca Sila dan UUD 1945, serta menyusupkan faham dan doktrin Komunis di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beberapa poit tuntutan dari aksi pernyataan sikap tersebut, yakni;

1. Menolak dengan tegas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) karena terindikasi menjadikan jalan kembalinya PKI beserta faham Komunis, Marxisme dan Leninisme serta, membatalkan pembahasan tanpa kompromi.
2. Mendukung sepenuhnya Maklumat MUI se-Indonesia tentang penolakan RUU HIP.
3. Mendesak KAPOLRI untuk mengusut dan memproses hukum para inisiator dan konseptor RUU HIP karena sudah jelas menjadi dalang makar untuk merubah PANCASILA menjadi TRISILA dan EKASILA.
4. Kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak tegas siapa saja yang berusaha untuk menyebarkan faham Komunis, Marxisme dan Lenisme dalam Negara Kesatuan RI.
5. Kami Ummat Islam siap membela dan mempertahankan NKRI dari semua bentuk rongrongan termasuk upaya dan siasat untuk merubah PANCASILA dan UUD 1945

Ketua MUI Kota Sorong H. Abd Manan Fakaubun usai deklarasi pernyataan sikap tersebut menyampaikan “Kita sama-sama mengikuti, ada uapaya-upaya yang di lakukan untuk merubah Panca Sila dan UUD 1945 dimana ini sudah menjadi harga mati bagi kita semua Umat Islam dan semua komponen bangsa dan negara.

“ini menjadi komitmen kami untuk Umat Islam Kota Sorong untuk mendukung semua yang diputuskan atau ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia pusat, dan kami akan mengirim dan mengawal secara langsung deklarasi ini sampai ke pusat, ” Tegas Ketua MUI Kota Sorong.

“Pemerintah pusat harus tetap konsisten dalam menjalankan secara murnih nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, kami tidak mengharapkan ada perubahan-perubahan lagi, karna itu sudah menjadi komitmen dan harga mati!” Jelas Ketua MUI Kota Sorong.

Dalam pertemuan itu Anggota DPD Provinsi Papua Barat dan sekaligus sebagai tokoh agama bapak Sanusi Rahaningmas juga memberikan tanggapan Terkait aksi deklarasi tersebut.

Anggota DPD RI Sanusi Rahaningmas “Surat Pernyataan Umum ini merupakan sebuah wujud komitmen Umat Islam dan seluruh masyarakat di Kota Sorong yang tidak menginginkan adanya perubahan ideologi yang saat ini sedang viral.”

Ia juga menjelaskan bahwa “Kami dari DPD RI pun sudah melakukan penolakan secara mayoritas dalam rangka mengamankan NKRI dan mempertahankan ideologi Pancasila, untuk itu dengan hadirnya aksi ini kami kembali meminta dengan hormat kepada seluruh Jajaran dan Pimpinan DPR RI agar tidak lagi melanjutkan pembahasan terkait Rancangan Undang-undang tersebut, dalam arti mencabut sebagaimana tuntutan atau harapan dari masyarakat di seluruh Indonesia.”

“Mewakili kapasitas yang ada kami dari DPD RI akan membantu mengawal tebusan surat-surat yang akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk di tebuskan kepada DPR RI sebagai keterwakilan rakyat yang ada di senayan,” Ujarnya.

(Iwan Letahiit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *