Mereka Sudah Profesional Dalam Melaksanakan Kejahatan Tersebut, Kata Kapolres Lamongan

0
2523

LAMONGAN. Radarbangsa.co.id – Satreskrim Polres Lamongan berhasil membongkar sindikat pemalsuan BPKB dan STNK yang beroperasi di wilayah Lamongan. Mereka terbilang profesional, karena tidak hanya memalsukan, tapi juga memalsukan nomor polisi, nomor rangka dan mesin kendaraan bermotor.

“Kami berhasil mengamankan empat orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat kendaraan bermotor yakni BPKB dan STNK. Keempat tersebut adalah Mahrus Efendi (22) warga Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Arfai (45) warga Desa Jubel Kidul-Kecamatan Sugio, Ardi (40) warga Desa Wangunrejo Kabupaten Lamongan dan Ghofur (35) warga Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan,”ungkap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung,SIK.MH kepada awak media di Mapolres Lamongan. Kamis (14/02/2019).

Lihat Videonya : 

Ia, juga menuturkan bahwa keempat tersebut juga bekerja sama dengan 2 (dua) orang sindikat penadah mobil yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Dua orang itu yakni Haji Masrukin (65) warga Gresik dan Heru warga Surabaya.

“H.Masrukin yang juga menjadi DPO merupakan orang tua dari Machrus Efendi, salah satu pelaku yang sudah kami amankan ini,” ujarnya

Selain, lanjut AKBP Feby, mengamankan tersangka juga sejumlah barang bukti (BB) berupa 3 unit mobil yang dilengkapi BPKB dan STNK palsu, yakni Toyota Avanza dengan nopol L 1892 ZH, Daihatsu Terios dengan nopol S 1121 YA dan Daihatsu Luxio dengan nopol A 1335 NM.

“Kasus ini terungkap berawal dari penangkapan Ardi dan Ghofur ketika hendak menjual kepada seseorang. Dan modus yang digunakan terbilang cukup profesional. Tersangka Arfai menyiapkan buku BPKB yang didapatkan dari Jakarta, untuk kemudian diserahkan ke H. Maskurin yang masih DPO untuk dibuat sebagai surat dan buku kendaraan yang ada di tangan H. Maskurin,” jelasnya.

Kemudian, kata Feby, H.Maskurin bersama anaknya memalsukan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor untuk disesuaikan dengan surat dan buku kendaraan yang sudah ada. Oleh Maskurin, kendaraan ini kemudian diberikan kepada anaknya, Mahrus untuk diserahkan kepada Ardi dan Ghofur untuk dicarikan pembeli.

“Pemalsuan dan atau treking nomor rangka dan mesin yang dilakukan mereka ini terbilang profesional karena selain rapi juga bersih, sehingga kami pun bekerja sama dengan Labfor untuk mencari tahu asal usul kendaraan,”terangnya.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan, keempat tersangka sudah beroperasi di Kabupaten Lamongan sudah satu tahun lebih yang memiliki peran dan tugas masing-masing.

“Meski surat-surat dan buku kendaraan bermotor ini adalah asli yang didapat dari Jakarta, namun ada kesalahan fatal dalam penulisan karena di BPKB disebutkan ada tertera Polres Jatim. Selain itu BPKB yang diperoleh tersangka tidak terdaftar di Korlantas karena semuanya palsu,”tambah perwira berpangkat melati dua.

Feby juga menuturkan kalau kendaraan tersebut mereka jual dengan harga jauh dari harga pasaran, yaitu di bawah Rp. 100 juta.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini karena dimungkinkan telah beroperasi di daerah lain. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP atau pasal 266 ayat (1) KUHP Junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan pasal 480 KUHP serta Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 6 tahun dan pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun. Sedangkan untuk para penadah yang sedang dalam pengejaran akan kami jerat pasal 480 diancam hukuman selama-lamanya 4 tahun penjara,”pungkasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat,SH,SIK juga menuturkan bahwa berkas perkara keempat tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan.

“Karena sudah P-21, maka berkas perkara hari ini juga kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan,”tegas Akp Norman. (hd)

LEAVE A REPLY