Misi Bantuan Kendali Operasi PLN dari Luar Papua, Pantang Pulang Sebelum PON XX Papua Sukses

I Dewa Made Rama Dinata

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Bagi seorang perantau, dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan di tanah kelahiran merupakan sebuah kebanggaan. Hal inilah yang dirasakan oleh Stella Daran Hindom, petugas PT PLN (Persero) yang berasal dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Stella adalah satu dari 132 petugas PLN yang turut dalam Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang didatangkan dari luar wilayah Papua dan Papua Barat untuk mendukung pengamanan kelistrikan PON XX Papua 2021. Berasal dari Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi, pria yang menjabat sebagai  Pejabat Pelaksana Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan ini bersyukur bisa mendapatkan penugasan BKO ke Tanah Papua.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat bangga untuk bisa sama-sama menyukseskan PON XX Papua. Harapan saya ke depannya listrik dapat menerangi Papua,” harapnya.

Stella mengaku terakhir pulang ke kampung halamannya di Tanah Papua pada 2019 lalu. Meski bukan mendapat penugasan ke Papua Barat, ia tetap gembira dan bersemangat menunaikan tugasnya.

Pria berusia 32 tahun ini tergabung dalam 20 personel yang khusus didatangkan dari UIKL Sulawesi sejak akhir September 2021.

Para personel ini ditugaskan mendukung tim lain di Venue Baseball dan Softball, Venue Tenis, Venue Lapangan Tembak Kampung Harapan, Venue Rugby, dan Venue Lapangan Tembak Outdoor AURI. Di venue terakhir inilah Stella ditugaskan bersama 3 rekannya.

Ia pun berharap kehadirannya kembali ke Bumi Cenderawasih dapat mewarnai sukses PON XX Papua, yang pada pembukaannya berlangsung gemerlap berkat dukungan listrik tanpa kedip dari PLN.

Ekspresi kegembiraan yang sama dirasakan I Dewa Made Rama Dinata, Petugas PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat. Hadir lebih awal dari tim UIKL Sulawesi, Rama bertugas di Venue Lapangan Tenis Walikota Jayapura, Ia mengaku bangga mendapatkan penugasan dalam gelaran PON XX Papua ini.

“Ini adalah hal menakjubkan karena bisa ada di sini menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Rama yang biasanya bertugas di Gardu Induk mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama ditugaskan dalam tim BKO di Papua. Bahkan, ia mengaku baru kali pertama ini mengoperasikan genset, justru dalam penugasan di Tanah Papua ini.

Ia pun berharap pelaksanaan PON yang pembukaannya meriah dapat berjalan lancar sampai akhir. Begitu juga pada PON XXI yang direncanakan digelar di Bumi Serambi Mekah, Nanggroe Aceh Darussalam dapat lebih meriah lagi, tentunya dengan dukungan dari PLN.

“Kalau dari sisi PON Papua XX ini sangat meriah sekali. Ini adalah pesta olahraga yang pertama di Papua. Meski bukan orang Papua, saya merasa bangga karena Papua jadi tuan rumah event olahraga nasional di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Aefra Pakili dari UIW Maluku dan Maluku Utara (M2U) yang datang dengan 19 rekan timnya juga tak ingin kalah dengan rekan-rekannya. Mulai bertugas sejak 19 September 2021, secara khusus ia mengaku mendapatkan kesan baik dengan keramahan masyarakat Papua dalam penugasannya ini.

“Kalau kesan saya selama di Papua di sini, untuk lingkungan, kelihatan orangnya ramah-ramah. Untuk PON sendiri saya bangga jadi bagian dari PON ini,” ujarnya.

Aefra yang mendapat penugasan bersama 5 rekannya dari UIW M2U bertugas di Venue Aquatic berharap kesuksesan PON ini akan berlangsung sampai upacara penutupan 15 Oktober 2021 nanti. Terlebih, sejauh ini ia merasa bahwa PLN, khususnya tim di Bumi Cendrawasih, bisa membuktikan kemampuan serta sukses menggelar acara berkelas nasional.

Stella, Rama dan Aefra adalah tiga di antara 1.574 petugas pengamanan PON XX Papua oleh PLN. Petugas BKO umumnya diisi oleh generasi milenial PLN dan didatangkan dari Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

Bergabung dengan ribuan petugas PLN asli Papua yang mendukung PON XX Papua, tim BKO ini barangkali jarang tertangkap oleh kamera. Namun mereka menjadi ujung tombak, garda terdepan PLN dalam menjaga kendali tugas kelistrikan penyelenggaraan PON XX Papua 2021 di Tanah Papua.

Mereka menjadi bagian sejarah sukses pembuktian, bahwa Tanah Papua dapat sejajar dengan provinsi lain dalam menggelar acara berskala nasional yang berlangsung dengan semarak.

Semangat pantang pulang sebelum sukses PON XX Papua, menjadi dasar misi yang mewarnai semangat insan PLN dalam menghadirkan listrik yang andal bagi dunia olahraga dan masyarakat Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *