Mobil Siaga Tanpa BPKB Ditolak Saat Sertijab Kades Kalisangka Sumenep

  • Whatsapp
Mobil Siaga inventaris Desa Kalisangka ditolak saat serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Desa (Kades) Kalisangka Kecamatan Arjasa Sumenep Jawa Timur.

SUMENEP, RadarBangsa.co.id -Disebabkan karena tidak ada Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Mobil Siaga inventaris Desa Kalisangka ditolak saat serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Desa (Kades) Kalisangka Kecamatan Arjasa Sumenep Jawa Timur. Acara Sertijabat tersebut difasilitasi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalisangka, yakni dari Pejabat sementara (PJS) Kades Kepada Kades yang baru. Senin (20/1/2020).

TR (inisial), warga Desa Kalisangka yang tidak berkenan ditulis nama lengkapnya, menyampaikan bahwa dalam acara Sertijab tersebut Pjs Kades (Bambang Irawan) menyerahkan Dokumen Desa Kepada Kades yang baru (Ainur Ridha).

“Isi Dokumen antara lain, 3 buah meja, 20 buah kursi plastik, 6 buah kursi kayu, buku tanah Leter-C, 2 buah Buku tabungan (Rekening kas Desa, Rekening cadangan Pilkades), dan 1 unit Mobil Desa Siaga,” ulasnya.

Read More

Lebih lanjut ungkap TR, memang ada barang inventaris yang ditolak berupa 1 unit Mobil Siaga, karena tidak ada BPKB nya, maka oleh Kades yang baru dipertanyakan keberadaan BPKB Mobil Siaga tersebut.

“Mobil Siaga AT. 2016 dari Dana Desa (DD), Mobil sekarang di parkir di pinggir jalan di depan rumah Ketua BPD Kalisangka, seakan terbiarkan begitu saja,” tutur TPE julukan lain kontributor media ini.

Bambang Irawan, PJS Kades Kalisangka, kepada media ini mengatakan terkait keberadaan BPKB Mobil Siaga Desa Kalisangka, bukan berarti tidak ada, namun masih belum diambil, karena masih ada di daratan (Sumenep).

“Ini Saya sekarang ada di rumah Kades yang lama (Mantan Kades),” ucap Bambang panggilan akrabnya.

Ainur Ridha, Kades Kalisangka Desinitif, saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa Mobil Siaga tersebut merupakan salahsatu aset barang bergerak yang terinventarisir di Desa Kalisangka. Saat Sertijab dan penyerahan Dokumen atas Mobil Siaga itu tidak menyertakan BPKB. Maka hal tersebut kami pertanyakan keberadaannya. Karena dinyatakan ada, maka kami tunggu hingga 15 hari kedepan.

“Sementara saya nyatakan ditolak, sebelum ada BPKB nya,” tegasnya.

Erianas Bahtiar, S.Pd., Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalisangka, dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Hasil penelusuran media ini dalam Google Chrome, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai “Parlemen”-nya Desa.
BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa.

“Hebatnya, BPD juga sekaligus memiliki kekuatan untuk mengawasi proses pembangunan Desa dalam seluruh aspek,” (https : //pegiringan.desa.id)
(ONG).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *