Nasabah Minna Padi Tuntut keadilan dan Meminta Haknya Dikembalikan

  • Whatsapp
ilustrasi foto

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Hampir kurang lebih 2 (dua tahun), Kejelasan pengembalian dana tabungan nasabah korban PT MPAM (Minna Padi Aset Management) masih belum ada titik terang.

Sebagaimana diketahui, pembubaran terhadap 6 (enam) Reksadana yang dikelola oleh PT MPAM dilakukan berdasarkan perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada MPAM dengan nomor surat S-1422/PM.21/2019 tertanggal 21 November 2019.

Bacaan Lainnya

Pembubaran ini disebabkan karena OJK menemukan berbagai pelanggaran undang undang dan Peraturan OJK yang dilakukan oleh MPAM, termasuk pihak utama pengurus (Direksi dan Dewan Komisaris) maupun oleh pihak utama pengendali yaitu pemegang saham pengendali.

Nasabah meminta OJK bertindak tegas dan memerintahkan MPAM untuk tunduk dan patuh pada ketentuan perundangan – undangan yang berlaku dan segera membayar apa yang menjadi hak nasabah (korban) MPAM,” terang Yanti, perwakilan nasabah korban MPAM. (19/06/2021)

Selain itu, nasabah juga berharap OJK benar-benar bertindak tegas sebagai regulator, monitoring, dan menjalankan fungsi perlindungan konsumen.

Masi Nasabah (korban) MPAM juga meminta bantuan dari pimpinan dan anggota komisi XI DPR-RI untuk terus mengawal kasus ini hingga selesai, juga kepada Pemerintah melalui lembaga penegakan hukum, agar turun tangan dan melindungi seluruh nasabah yang menjadi korban.pungkasya

(Agus P/RadarBangsa.co.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *