Nasehat KHR Kholil As’ad Untuk Paslon Cabup-Cawabup Sumenep Gus Acing – Mas Kyai di PPWS

  • Whatsapp
KHR. Moh. Kholil As'ad, Bersama H.RB. Fattah Jasin dan KH. Ali Fikri A. Warist, di Ponpes Wali Songo Situbondo

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – KHR. Kholil As’ad Samsul Arifin (Kyai Kholil) pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo (PPWS) Mimbaan Panji Situbondo, menerima dengan baik kedatangan Dr. Ir. H. RB. Fattah Jasin, MS dan KH. Ali Fikri A. Warist, S. Ag, M.Pd.I, (Gus Acing – Mas Kyai) beserta rombongan, dalam rangka silaturrahim sebagai pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Sumenep pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumenep yang akan digelar tanggal 9 Desember 2020.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang 45 menit, banyak dawuh (nasehat) yang disampaikan oleh Kyai Haji Raden Mohammad Kholil As’ad kepada Gus Acing – Mas Kyai.

Bacaan Lainnya

Dawuh beliau diantaranya; “Menang se ta’ kotora” (menang tidak dengan cara yang kotor), jangan sampai terbawa fitnah, sambungkan niat kepada Allah Swt dan Nabi Saw. Dan jika terpilih Pembangunan Mushollah disetiap Pemerintahan Desa, serta Memasyarakatkan Adzan dan Sholawat Nabi, ‘Catat Enggi’. Minggu (09/08/2020).

Siswadi Jubir media Center Fattah Jasin yang ikut dalam acara silaturrahim, menyampaikan bahwa KHR. Moh. Kholil As’ad, pengasuh PPWS Mimbaan Panji Situbondo, menerima dengan baik kedatangan Gus Acing dan Mas Kyai, beserta rombongan.

“Manabi tak sepakat tak bekal etarema (red, kalau tidak sepakat, tidak akan diterima), seperti biasa, siap all out,” tuturnya dihadapan rombongan Gus Acing dan Mas Kyai.

“Cakanca InsyAllah 90% asareng, manabi 100% tak mungkin, (red, teman-teman jika sembilan puluh persen bersama, jika seratus persen tidak mungkin),” tutur Kyai Kholil penuh makna.

Selanjutnya Dawuh Kyai Kholil, agar tidak menyebar fitnah dan menjelekkan lawan. Jika calon kita dijelekkan, tim yang meluruskan, dan jangan sampai terbawa perbuatan fitnah dan menjelek-jelekkan.

“Menang se ta’ kotora (red, menang tidak dengan cara yang kotor),” himbauannya.

Selanjutnya Dawuh beliau, Jika terpilih, agar mengalokasikan pembangunan Mushollah disetiap Kantor Desa dan memasyarakatkan Sholawat Nabi Saw. Setiap mushallah di Pemerintahan Desa diberi petugas adzan. Cukup Adzan Dhuhur dan Ashar, dan tidak usah pengeras luar, cukup sound dalam ruangan. Aparatur Desa bisa menggelar sholat wajib berjamaah, dan jika Kantor Desa dekat Masjid biar sholat jamaahnya disatukan.

“Catat Enggi,” Dawuh Kyai Kholil, menunjuk kearah Fattah Jasin dan Kyai Ali Fikri, yang duduk dihadapan Kyai Kholil.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Dawuh beliau agar Gus Acing dan Mas Kyai, menyambungkan niatnya kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw, sehingga hati masyarakat juga nyambung, dan semoga mendapat amal dunia dan akhirat.

“Pamantap niatta panyambhung atena ka Allah ben ka Nabi Muhammad Saw, sopaje nyambung atena masyarakat, saengge olle amal dunnyah ban amal akhirat,” seruannya mendo’akan.

Dipenghujung acara silaturrahim, KHR. Kholil As’ad menyatakan; Ta’ aponapa gember kaule sareng calon gebey stiker atau kalender, manabi banner se ejelen, tak usah. (red, tidak keberatan foto saya dipasang bersama calon ‘Gus Acing dan Mas Kyai’ dibuat stiker ataupun kalender, jika dibuat banner di jalan tidak boleh).

“Tore afoto se e sabe’e e stiker (mari berfoto yang mau dipasang di stiker),” tutur KHR. Kholil As’ad dengan posisi ditengah antara Gus Acing dan Mas Kyai.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *