Nelayan Kayuaru Sumenep Hilang Saat Mencari Ikan, Pencarian Hanya Dilakukan Keluarganya

  • Whatsapp
(Kiri) Perahu Mesin Milik Jamal alias Sitok, Sebelum Dinyatakan Hilang.(kanan) Jamal Alias Sitok (Korban) Nelayan Diduga Kuat Hilang Saat Mencari Ikan Diperairan Utara Pulau Kangean.

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Seorang nelayan (korban) warga Dusun Kayuaru Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep Jawa Timur, diduga kuat hilang (tidak kembali kerumahnya) sejak hari Jum’at tanggal 24 Juli 2020 sekira pukul 03.00 WIB (dini hari) pergi meninggalkan rumah untuk memancing (nyambalang) ikan dengan menggunakan perahu mesin kecil kapasitas maksimal dua orang.

Sementara, hingga saat ini pencarian hanya dilakukan oleh warga nelayan setempat dan keluarga korban. Hingga masa dua hari pencarian sampai berita ini dinaikkan, korban belum bisa diketemukan.

Bacaan Lainnya

Diketahui identitas korban bernama Jamal alias Sitok umur lebih kurang 48 tahun, merupakan warga Dusun Kayuaru Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Minggu (26/07/2020).

Anang, warga Desa Kangayan kepada media ini menyampaikan bahwa telah terjadi kehilang orang (Nelayan) tidak kembali ke rumah, dengan korban bernama Jamal biasa dipanggil Sitok alamat Dusun Kayuaru Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep.

“Sitok adalah seorang nelayan tiap hari pergi kelaut untuk mancing ikan, pada tanggal 24 Juli 2020 sekitar jam 03.00 WIB (dini hari), Sitok meninggalkan rumah pergi untuk memangcing (nyambalang) dengan sampan kecil bermesin yang biasa dinaiki nelayan dengan 1 atau 2 orang,” jelasnya.

Menurut Anang, Sitok biasanya datang dari mancing ikan antara jam 09.00 – 10.00 WIB (pagi hari). Namun sampai waktu sore sitok tidak datang. Kemudian keluarga korban mintak tolong ke warga setempat (teman sesama nelayan) bernama Asmuni dan 3 orang lainnya untuk melakukan pencarian korban ke tengah laut lokasi biasanya sitok mancing ikan.

“Dengan menggunakan kapal bot berukuran sedang, yang biasa digunakan mancing ikan. Namun pencarian hingga waktu malam hari korban belum berhasil ditemukan,” ungkapnya.

Selanjutnya, atas permintaan keluarga korban, pada hari Sabtu kemaren (25/07) sekira pukul 02.00 WIB (dini hari), Surihwan dan Buasari warga setempat sesama nelayan, melakukan pencarian korban menyisir lokasi sekitar tempat pemancingan ikan. Kemudian, Matsa’ie bersama keluarga korban juga berangkat untuk melakukan pencarian.

“Sampai sore hari, di hari kedua pencarian korban tidak ditemukan, oleh sebab itu dimohon kepada para nelayan di Kepulauan Kangean, Sapeken, Ra’as, Sapudi, Masalembu, atau pulau – pulau lainnya, apabila menemukan korban (Sitok), diharapkan memberikan kabar kepada pihak keluarga korban ataupun pihak yang berwenang (kepolisian). Adapun ciri – ciri korban, warna kulit agak hitam, Tinggi badan lebih kurang 165 cm. Jika ada informasi penemuan korban dengan ciri – ciri seperti gambar ini, dapat segera menghubungi keluarga korban (Ach Rasyid) nomer kontak seluler (HP) 0821 4250 2411,” tukas Anang yang juga merupakan aktivis di salahsatu Lembaga Swadaya Masyarakat.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *