Nenek 80 tahun di Kota Batu Ditipu, Pelakunya ada Oknum Perangkat Desa

Tengah Kapolres Batu AKBP. Harviadhi Agung Pratama, Kanan: Didampingi Kasat Reskrim AKP.Hendro Priyono

BATU, RadarBangsa.co.id – Tiga pelaku kejahatan gendam berhasil diringkus Polres Batu, ada seorang oknum perangkat Desa asal Kabupaten Pasuruan. Dari hasil laporan anak korban, warga yang beralamat Jl. Bromo Gg. IV Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu. Yang kejadianya pada hari Selasa,(7/7/2020) sekira pukul 06.00 WIB.

Modus pelaku dalam melakukan kejahatanya, dengan cara menggendam atau menghipnotis korbanya sudah nenek-nenek berumur (80) tahun berinisial J. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada tepat di depan toko kardus di Jl.Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Bacaan Lainnya

Dalam melakukan aksinya, pelaku yang berjumlah 3 orang tersebut menyamar sebagai seorang kiyai, dan tersangka berhasil mengambil 5 gram cincin milik korban dengan nilai jual kisaran Rp.8 juta rupiah. Emas tersebut oleh pelaku di jual ke toko mas yang berlokasi di wilayah Kota Pasuruan, laku dijual seharga Rp.4 juta hasilnya dibagi bersama tiga pelaku yang mendapatkan hasil Rp.1 juta 50 ribu rupiah.

Tahu orang tuanya korban penipuan atau gendam, kemudian anak korban berinisial T (61) melaporkannya kepada Polres Batu, selang beberapa hari berjalan berdasarkan keterangan korban, akhirnya anggota Polres Batu berhasil menangkap ketiga pelaku tersebut.

“Dari tangan pelaku, anggota kami berhasil mengamankan satu unit mobil merk Suzuki jenis Ertiga berwarna abu-abu metalik, dengan Nopol N 1059 WW. Keberadaan mobil tersebut diketahui milik rental yang di sewa oleh para pelaku,”terang Kapolres Batu Harviadhi Agung Pratama. Selain itu, kami juga menyita satu buah kopyah berwarna putih, satu buah baju koko dan satu buah sarung yang digunakan oleh pelaku, saat melakukan aksinya, ketika dilakukan gelar perkara di depan kantor Polres Kota Batu, Senin ( 13/7/2020) siang hari.

Ditambahkan oleh Harviadhi, bahwasanya kejadian tersebut ketika korban usai berbelanja di depan toko kardus. Kemudian, saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada sebuah mobil pelaku berhenti, yang kemudian salah satu pelaku berinisial (A) menanyakan kepada korban lokasi Pasar Kota Batu.

“Ya, jadi pelaku ini menyuruh korban kepada pelaku lainnya yang berinisal (D) dengan berkata khas bahasa jawa,“nggihpun jenengan bejo ten kiyai ( ya sudah Ibu bilang dengan Kiyai atau gus). Berlanjut, setelah itu korban menghampiri perilaku (D) dan pelaku (D) seolah-olah mendoakan korban agar dapat segera pergi ke tanah suci dan dijauhkan dari penyakit, namun dengan syarat agar korban menyiapkan uang Rp 2000,” terangnya.

Alumnus AKPOL 2001 ini menambahkan, kemudian uang tersebut agar dimasukkan ke kotak amal Masjid sembari mengambil air wudhu yang berada di dalam lokasi Masjid, untuk dibuat berwudhu sambil dibacakan alfatikah. Selanjutnya Pelaku (A) mengatakan kepada pelaku (D) “kulo pisan gus, kulo katah utange Samaean dungakno Pisan, (Saya juga gus, saya banyak hutangnya, doakan sekalian) “dan pelaku (D) menjawab “yo aku terno panggone” (ya saya antarkan ketempatnya), awakmu ndek masjid ndeleh duek (kamu di Masjid taruh uang) Rp. 2000.

“Lalu selanjutnya, pelaku (A) membantu melepaskan dua cincin emas yang kebetulan dipakai oleh korban. Pada akhirnya, cincin emas itu lalu diberikan ke pelaku (D) yang berperan sebagai kyai atau gus untuk didoakan,” jelasnya.

Dan pada saat itu, masih kata Harvi, seketika korban lengah, kemudian dua cincin emas oleh pelaku (D) diganti dengan dua uang recehan 100 rupiah yang dibungkus menggunakan tisu, lalu kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik.

“Selanjutnya, bungkusan itu diberikan kepada korban. Setelah itu, lantas para pelaku masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan korbannya begitu saja,” tukas dia.

Kini, untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, ke 3 pelaku dijerat Pasal 378 KUHP.

“Ya, dengan ancaman hukuman penjara di atas empat tahun,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, salah satu pelaku berstatus sebagai seorang perangkat Desa dengan jabatan Kaur ini berinisial M (50) asal Dusun Terate, Desa Karang Sentul, RT 001 RW 008. Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan, pelaku lainnya berinisial D (49) asal Desa Ranggeh, RT 002, RW 002, Kelurahan Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Dan pelaku berikutnya berinisial M (55) asal Dusun Grinting, RT 001, RW 006, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.