Oknum Guru PNS Lamongan Diduga Telah Mencabuli Puluhan Muridnya Dalam Kondisi Tidak Sadar, Kok Bisa Ya

0
311

LAMONGAN.radarbangsa.co.id – Seorang guru selayaknya ” Diguguh lan ditiru “, namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh SP (41) oknum guru PNS disalah satu SDN di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

SP yang juga warga Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan diduga telah tega melakukan aksi bejatnya yakni mencabuli 30 muridnya sejak Oktober 2018 sampai dengan Desember 2018.

“Seorang pendidik atau guru berstatus PNS disalah satu SDN di Kecamatan Kedungpring bernama SP diduga telah melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri diruang kelas, perpustakaan dan juga rumahnya sendiri,”ungkap Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat,S.H,S.I.K kepada awak media di Mapolres Lamongan. Kamis (04/07/2019) sore.

Norman, mengatakan bahwa perkiraan korban ada 30 murid, namun korban yang sudah melaporkan ke Polres Lamongan masih 2 murid yang diwakili oleh orang tuanya.

Semua korban, lanjut Norman, masih dibawah umur yakni muridnya sendiri kelas 5 dan kelas 6, dimana SP sebagai guru kelas tersebut.

“Pelaku dikenakan pasal 82 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari maksimal hukuman. Hal ini dikarenakan SP merupakan tenaga pendidik,”terangnya.

Norman menambahkan, pelaku melakukan pencabulan awalnya karena gemes, dan modusnya merayu akan diberi nilai bagus.

“Perkara ini terungkap karena terdapat dua orang tua korban melaporkan SP ke Polres Lamongan. Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh korban dari kebejatan oknum guru PNS ini agar segera melapor. Agar tindakan bejat dari SP bisa mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya sehingga tidak mengulanginya lagi,”tegasnya.

Disisi lain pada kesempatan yang sama, SP melakukan pengakuan saat ditanya Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat,S.H,S.I.K dihadapan awak media.

“Saya melakukan perbuatan itu hanya sekali dan lainnya tidak pernah. Dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan tersebut,”kata SP yang berstatus PNS sekira lima tahun.

Jika ada korban lain, lanjut SP dengan alibinya, itu kekerasan karena mereka pernah dihukum. Atas tindakan tersebut pelaku siap dan bersedia dihukum seberat-beratnya.

“Terus terang saya melakukan tindakan tersebut dalam kondisi tidak sadar,”pungkas pelaku.(huda).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here