Oknum Komisi C Dprd Lamongan Dugaan Melontarkan Kata Jancok Saat Sidak, Akhirnya Minta Maaf

  • Whatsapp
Komisi C DPRD Lamongan saat mengunjungi H Tulus di Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan, Rabu (20/10) siang

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan dan Direktur CV Triple A Sejahtera, H Tulus Prasetyo, akhirnya saling memaafkan,  buntut adanya aksi adu mulut saat sidak di proyek SMP Negeri II Deket Lamongan.

Permintaan maaf  tersebut dilakukan oleh keduanya, pada saat ketua komisi c beserta anggotanya menjenguk H Tulus yang terbaring sakit di Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah (NU) Lamongan.

Bacaan Lainnya

“Kita sama-sama saling memaafkan. Mereka juga sudah datang ke rumah sakit, kita semua ini adalah saudara. Kalau ada yang salah ya, hendaknya dimaafkan,” tutur H Tulus sambil terbaring di rumah sakit,” Rabu (20/10).

Ia mengatakan, peristiwa kejadian adu mulut pada waktu sidak anggota dewan komisi c di sekolah SMP II Negeri Deket Lamongan kemarin, hanya insiden kesalahpahaman biasa saja. Tidak ada unsur kepentingan apa-apa.

“Kejadian Ini semua semoga menjadi koreksi kita bersama, anggota dewan menjalankan sesuai dengan tupoksinya, sementara kontraktor juga berkewajiban tanggung jawab atas semua kegiatannya,” ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan, Burhanuddin menambahkan, seperti yang sudah saya sampaikan di awal sebelumnya, memang tidak terjadi apa-apa antara komisi c dan pihak kontraktor.

“Biasa saja, pada waktu di lokasi itu kita hanya beradu argumen, lah karena memang waktu sidak itu cuaca agak panas banget, kita sedikit sempat otot-ototan, saya kira itu hal yang wajar saja,” ujar Burhanuddin.

Ia menuturkan, kemarin pihaknya juga dapat info kalau direktur CV Triple A Sejahtera masuk rumah sakit. Makanya hari ini kita berempat mengunjungi beliau ke RSI Nashrul Ummah Lamongan.

“Kita sebagai mitra juga sebagai teman, dengan kunjungan kami ini semoga beliau, H Tulus lekas sembuh dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu, karena sudah mepet tahun,” ujar Gus Burhan panggilan akrabnya.

Burhan menambahkan, waktu sidak di SMP Negeri II Deket Lamongan kemarin, kalau sesama teman kita bilang kata-kata ‘jancuk’ kan itu saya rasa biasa saja, tidak ada yang tabu. Hal itu juga sering kita ucapkan dan malah jadi perkataan masyarakat sehari-harinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *