Optimalisasi Aktivitas Online Pemuda dan Masalah Pendidikan di Masa PandemiCOVID-19

  • Whatsapp
Ilustrasi/net

Optimalisasi Aktivitas Online Pemuda dan Masalah Pendidikan di Masa PandemiCOVID-19

Oleh : Fini Cahyani, Anisa Amalia, dan Endang Sari Ladopura Mahasiswa KKN Online Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Bacaan Lainnya

Setiap negara di belahan dunia sekarang sedang menaruh perhatian penuh untuk mengatasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ini semua dikarenakan Covid-19 yangtelah menjadi pandemi bagi masyarakat di seluruh dunia dan sudah banyak menelan korbanjiwa manusia. Semenjak masuknya wabah Covid-19 ke Indonesia, mengakibatkan banyak perubahan baru.

Termasuk mempengaruhi perubahan pola gaya hidup anak-anak muda dari yang awalnya aktif melakukan interaksi sosial di luar rumah yaitu seperti di kampus, komunitas atau organisasi lainnya,tetapi karena adanya pandemi Covid-19 ini mengharuskan para pemuda untuk tetap tinggal di rumah aja.

Dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini sangat berdampak besar pada berbagaisektor, sektor pendidikan menjadi salah satu yang terdampak serius dari adanya pandemiCovid-19.

Terutama bagi mahasiswa yang pada awalnya perkuliahan dilakukan secara tatapmuka langsung di kampus, menjadi kuliah secara daring (online) melalui platform mediaonline seperti zoom, google meet, dan lainnya yang menurut kebanyakan mahasiswa perkuliahan secara online ini tidak efektif.

Pandemi COVID-19 bisa saja menjadi sebuah polemik bagi anak-anak muda sebagaigenerasi milenial saat ini.

Sebagian dari anak-anak muda saat ini ada yang mengikuti anjuranpemerintah untuk tetap tinggal di rumah saja dan sebaliknya ada pula yang masih berkeliarandi luar rumah untuk hal-hal yang tidak penting.

Padahal mereka tidak mengetahui bahwaanak-anak muda sangat berpotensi menyebarkan virus corona tanpa adanya gejala.

Ketika anak muda terpapar virus corona tanpa adanya gejala lalu mereka kerap kalikumpul bersama dengan teman-teman mereka di satu tempat dengan jumlah yang lumayan banyak sehingga mengakibatkan mereka akan sama-sama terpapar virus corona tanpa disertaigejala.

Mereka akan pulang ke rumah mereka dan bertemu dengan orangtua, kakak, adik atauorang yang sudah memiliki penyakit bawaan sehingga mereka akan tertular virus coronatersebut.

Hal ini mengakibatkan semakin bertambahnya jumlah orang yang terkena viruscorona.

Namun bukan berarti ketika kita mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumahsaja membuat kita bersikap malas, apatis, masa bodoh dengan keadaan kondisi negara kitasaat ini dalam menghadapi permasalahan pendemi covid-19 dan memilih untuk rebahan saja tanpa adanya solusi atau pun aksi positif.

Sebagai anak muda sekaligus mahasiswa di tengahpendemi covid-19 saat ini, seharusnya kita memiliki kesadaran secara individu atau kesadaran secara kolektif, dan menjadi solution maker.

Sebagai anak muda sekaligus mahasiswa seharusnya memiliki peran sentral dalam perubahan bangsa, melakukan aksi positif di tengah pendemi covid-19 dalam peran kemanusiaan dan turut membantu melakukan perbaikan apabila terjadi krisis.

Apalagi kitasebagai anak muda dan mahasiswa memiliki ciri yang berbeda yaitu bergerak danmenggerakkan, memiliki solusi dalam menghadapi permasalahan,luas akan manfaat danfokus untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Manfaatkan diri sebagai anak muda, sebagai generasi milennial sekaligus mahasiswa dengan memanfaatkan platform sosial media seperti Youtube, Instagram, Twitter, Facebook dengan cara melakukan sosialisasi atau edukasi kepada bmasyarakat di sekitar kita mengenai cara pencegahan penyebaran Covid-19 dan bahaya yang timbulkan.

Selain itu untukmengoptimalkan aktivitas online dapat dilakukan dengan cara mengikuti berbagai macam webinar online yang diselenggarakan oleh beberapa instansi yang sesuai dengan jurusan masing-masing.

Untuk mengatasi permasalahan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini, setiap Universitas perlu memperbaiki kurikulum, strategi pembelajaran, hingga kiat berbagai perandosen. Memberikan fasilitas penunjang berupa software e-learning dan dari segi hardwareberupa server, komputer dan percepatan wifi.

Seharusnya kita sebagai anak muda, sekaligus mahasiswa harus terlibat dalammenghambat laju pertambahan pendemi Covid-19.

Jika ingin memutus mata rantai Covid-19maka harus menjadi tanggung jawab kita bersama dalam memikirkannya dan melakukan aksinyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *