Panwascam di Lamongan Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Gaji, Tuntasnya Pemilu 2024 Tidak Memberikan Solusi

- Redaksi

Selasa, 26 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Panwascam Lamongan (IST)

Kantor Panwascam Lamongan (IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) mengeluh karena gaji mereka belum dibayar selama dua bulan, yakni sejak bulan Februari dan Maret. Tahapan Pemilu 2024 telah selesai, namun ada keterlambatan pembayaran gaji yang disebabkan oleh laporan pertanggungjawaban yang belum diselesaikan oleh empat kecamatan.

Salah satu anggota Panwascam di Lamongan menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji para pengawas pemilu disebabkan oleh belum selesainya laporan pertanggungjawaban oleh empat kecamatan tersebut.

“Sebelumnya, empat kecamatan, yaitu Mantup, Tikung, Laren, dan Ngimbang, belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban mereka. Setelah Kecamatan Mantup menyelesaikan laporannya lebih dulu, kemudian diikuti oleh tiga kecamatan lainnya. Laporan tersebut baru selesai sekitar empat hari yang lalu,” ujarnya kepada media, Selasa (26/03).

Menurutnya, empat kecamatan tersebut sering mengalami keterlambatan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban setiap kali ada pemilu, baik itu Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Alasannya bisa karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) atau faktor lainnya.

“Akibat belum selesainya laporan pertanggungjawaban tersebut, pengawas pemilu dari kecamatan lainnya juga ikut terdampak dengan belum cairnya gaji. Seharusnya, gaji untuk bulan Februari seharusnya sudah diterima oleh masing-masing Panwascam dan Panwas Desa. Sedangkan untuk bulan Maret masih dalam proses,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa uang gaji para pengawas pemilu sudah tersedia, namun karena kendala dalam laporan dari beberapa kecamatan yang masih belum selesai, maka pembayaran gaji para pengawas tersebut terpaksa ditunda sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami dan rekan-rekan Panwascam lainnya merasa kesulitan karena gaji belum cair, sementara tanggungan di rumah sudah menunggu. Apalagi bagi mereka yang memiliki cicilan, tentu lebih berharap dan merasakan dampaknya,” tandasnya.

Lainnya:

Berita Terkait

Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja
Lamongan Genjot Modernisasi Pertanian, 3 Poktan Terima Combine Harvester untuk Percepat Panen
Bupati Lamongan Turunkan Mesin Panen Modern, Target Produksi Padi dan Luas Tanam Digenjot
DPRD Sampang Bongkar Evaluasi Kinerja Pemkab, LKPj Bupati 2025 Disorot demi Pelayanan Publik
Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:22 WIB

Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:53 WIB

Lamongan Genjot Modernisasi Pertanian, 3 Poktan Terima Combine Harvester untuk Percepat Panen

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:39 WIB

Bupati Lamongan Turunkan Mesin Panen Modern, Target Produksi Padi dan Luas Tanam Digenjot

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:53 WIB

BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran

Berita Terbaru