Pasien PDP Nyonya ‘Y’ Warga Kampung Kapalo Banda, Nagari Aia Manggih Ternyata Negatif Covid-19

Juru Bicara Williyam Hutabarat

PASAMAN, RadarBangsa.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengatakan bahwa salah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif dari infeksi virus corona.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, H. Yusuf Lubis melalui juru bicara (jubir), Williyam Hutabarat, S. Kom mengatakan kepastian itu didapat usai menerima hasil tes Swab kedua dari Laboratorium Unand Padang.

Bacaan Lainnya

“Untuk pasien PDP Nyonya Y (76) warga Kampung Kapalo Banda, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman negatif dari Covid-19. Hal ini sesuai hasil Swab pertama (27/4/2020) kemarin negatif dari Covid-19. Kemudian hasil Swab kedua tadi pagi juga negatif dari Covid-19,” terang juru bicara Williyam Hutabarat di Lubuk Sikaping, Selasa (28/4/2020).

Pasien PDP Nyonya Y (76) kata Williyam Hutabarat saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping.

Pelaksana tugas (Plt.) Dinas Kesehatan Pasaman, dr. Rahadian Suryanta Lubis mengatakan untuk pasien Y (76) memang tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pendemi Covid-19.

“Pasien memang sebelumnya sudah dalam keadaan sakit dan sama sekali tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pendemi Covid-19. Namun beberapa waktu lalu ada seorang anaknya pulang dari Medan. Hanya satu malam anaknya itu langsung kembali ke Medan,” terang dr. Rahadian Suryanta Lubis.

Namun kata dia beberapa hari berselang kembali anaknya itu, kondisi kesehatan pasien langsung mengalami penurunan.

“Kondisi kesehatannya menurun, tidak mau makan, batuk dan sesak nafas. Setelah dicek bidan desa setempat dan dilaporkan ke gugus tugas. Maka selanjutnya pasien dijemput tim medis dengan pakaian standar Covid-19 pada tanggal (24/4/2020) kemarin untuk dirawat ke RSUD Lubuk Sikaping,” katanya.

Sesampainya di RSUD Lubuk Sikaping kata dia dilakukan rapid test terhadap pasien dengan hasilnya positif.

“Namun saat itu hasilnya belum tentu positif Covid-19. Bisa jadi karena disebakan oleh penyakit infeksi lain. Makanya dilakukan tes swab untuk memastikannya. Alhamdulillah dua kali tes swab hasilnya negatif,” katanya.

Pasien kata dia hingga saat ini masih terus menjalani perawatan intensif di RSUD Lubuk Sikaping hingga sehat. (Afzal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *