Pasutri Tersangka Kasus Korupsi Pegadaian Stabat Ditahan Jaksa Sumut

MEDAN, RadarBangsa.co.id – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menetapkan dua tersangka terkait dugaan korupsi penyalahgunaan pencairan jaminan Kredit Cepat Aman (KCA).

Tindak pidana itu terjadi di Unit Pelayanan Cabang (UPC) Perdamaian Stabat Kantor Cabang Tanjung Pura Sumatera Utara, terhadap Jaminan Agunan Emas Palsu periode tahun 2019-2020 sebesar hampir Rp 2,4 miliar.

Bacaan Lainnya

Menurut Kajati Sumut IBN Wiswantanu SH MH melalui Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yos A Tarigan SH MH, berdasarkan hasil penyidikan, Tim Penyidik sudah memperoleh alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi itu.

Maka penyidik menetapkan dua tersangka, yakni SRS (35 tahun) warga Binjai pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (ASN) dan DAS (35 tahun) warga Binjai selaku karyawan Pegadaian.

Disebutkan, dtraalam kurun waktu bulan Juli 2019 sampai bulan Maret 2020 telah dilakukan pencairan uang pinjaman, total 306 transaksi.

Seluruh transaksi ini merupakan gadai jaminan fiktif jenis barang palsu berupa perhiasan emas palsu.

“Sebanyak 306 lembar bukti surat gadai, total pencairan penjaminan yang dilakukan DAS bersam suaminya, SRS, adalah Rp. 2.394.468.800,” kata Yos.

Menurut dia, DAS selaku Kepala UPC Perdamaian menyalahgunakan jabatannya atas pencairan uang pinjaman tersebut dan diserahkan kepada suaminya.

Uang pinjaman tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Perbuatan DAS bersama suaminya, SRS, telah merugikan keuangan negara, khususnya BUMN PT Pegadaian (Persero) UPC Perdamaian Stabat,” kata Yos, mantan Kasi Pidsus Kejari Deliserdang ini.

Kemudian, lanjut Yos, ahli independen dan tim audit dari Pegadaian sendiri telah melakukan uji kadar emas diketahui bukan emas, melainkan emas palsu.

Terhadap dua tersangka (SRS dan DAS) telah disampaikan surat panggilan.

Tersangka DAS sudah lebih awal dilakukan penahanan, Rabu (13/10/2021), sebagai tahanan kota. Alasannya, dua anak masih balita dan ia masih menyusui. Ia juga dinilai kooperatif, dan wajib melaporkan keberadaannya.

Tersangka SRS memenuhi panggilan Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut, Kamis (14/10/2021) dan langsung ditahan 20 hari ke depan sampai (3/11/2021).

“Tersangka SRS ditahan di Rumah Tahanan Labuhan Deli, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang,” kata Yos Tarigan.

Kedua tersangka, kata Yos, diduga telah melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *