PCL Memilih Huawei Atlas 900 AI Cluster, Bersiap untuk Meningkatkan Industri Komputasi Kunpeng

  • Whatsapp

SHENZHEN,Tiongkok, RadarBangsa.co.id – Pada 29 November 2019, Huawei dan Peng Cheng Laboratory (PCL) merilis Peng Cheng Cloud Brain II Phase 1. Dengan demikian, kedua pihak resmi meluncurkan kiprahnya menuju AI cluster dengan skala 1.000 petaFLOPS (PFLOPS). (05/12)

Peluncuran ini menjadi tonggak bersejarah baru dalam riset ilmiah bagi industri komputasi Kunpeng. Huawei Atlas 900 AI cluster berada di balik Cloud Brain II, dilengkapi prosesor Huawei Kunpeng dan Ascend. Atlas 900 memadukan daya komputasi yang piawai ke dalam Cloud Brain II.

Bacaan Lainnya

Daya komputasi ini mendukung riset dasar dan eksplorasi di bidang kecerdasan buatan (AI), seperti computer vision, natural language, swakemudi, transportasi canggih, serta layanan kesehatan canggih. Daya komputasi Peng Cheng Cloud Brain saat ini tercatat sebesar 100 PFLOPS, serta segera ditingkatkan menjadi 1.000 PFLOPS dan lebih tinggi lagi pada tahun depan.

Hou Jinlong (kiri), Senior VP , Huawei, & President, Huawei Cloud AI Products and Services bersama Gao Wen (kanan), Director , Peng Cheng Lab, dalam acara peluncuran
Hou Jinlong (kiri), Senior VP , Huawei, & President, Huawei Cloud & AI Products and Services bersama Gao Wen (kanan), Director, Peng Cheng Lab, dalam acara peluncuran
“Pada September, Huawei merintis strategi komputasi dual-engine Kunpeng + Ascend.

Terinspirasi dari strategi ini, kami bertekad untuk menyediakan daya komputasi terbaik kepada dunia. Kami juga merilis Atlas 900, training cluster AI tercepat di dunia,” ujar Hou Jinlong, Senior VP, Huawei, serta President, Huawei Cloud & AI Products and Services.

“Hari ini, kami bangga menyaksikan terpilihnya Atlas 900 untuk proyek Peng Cheng Cloud Brain. Proyek ini menjadi dasar pengembangan Cloud Brain II. Cloud Brain II ialah platform riset AI yang terdepan di industri. PCL telah menghimpun banyak ilmuwan dan bakat-bakat penelitian AI. Untuk itu, Huawei akan bergabung dengan PCL untuk memimpin riset demi dunia yang canggih,” tambah Hou.

Hou juga berkata, “Kini, kami membangun Cloud Brain II Phase 1. Saya yakin, dengan upaya bersama, proyek ini segera mewujudkan Cloud Brain II dengan skala 1.000 PFLOPS. Kami optimistis Cloud Brain II akan menjadi platform riset AI yang terkemuka di dunia.”

Michael Ma, President,Intelligent Computing Business Dept, Huawei, berkata, “Huawei membangun platform komputasi Atlas AI berdasarkan prosesor Ascend. Huawei juga menyediakan berbagai jenis modul, kartu, edge station, server AI, dan cluster. Infrastruktur AI terlengkap kami meliputi cloud-edge-device, mendukung inferensi full-pipeline, serta pelatihan untuk deep learning.”

“Produk Atlas yang menjadi andalan kami, Atlas 900, berada di puncak komputasi AI di dunia. Kombinasi Atlas 900 dan Cloud Brain II segera merintis babak baru bagi AI cluster dengan skala 1.000 PFLOPS, serta mewujudkan daya komputasi yang luar biasa demi menggerakkan transformasi canggih yang lebih cepat di seluruh industri,” kata Ma.

Peng Cheng Cloud Brain menjadi fasilitas teknologi penting di bidang AI. Fasilitas ini berperan sebagai platform riset dasar untuk menjajaki batasan teknologi AI. Saat ini, Peng Cheng Cloud Brain memiliki daya komputasi AI sebesar 100 PFLOPS, serta segera mencapai skala 1.000 PFLOPS dalam proyek Cloud Brain II pada tahun depan.

Cloud Brain II dikembangkan PCL dan Huawei. Memakai prosesor Huawei Kunpeng dan Ascend, Atlas 900 AI cluster menyediakan daya komputasi luar biasa. PCL mengembangkan sejumlah teknologi Cloud Brain dengan skala 1.000 PFLOPS.

Atlas 900 AI cluster telah mewarisi keahlian teknologi Huawei selama lebih dari satu dekade. Terdiri atas ribuan prosesor Ascend 910 AI, Atlas 900 menyelesaikan pelatihan model klasifikasi citra ResNet dalam 59,8 detik, atau 10 detik lebih cepat ketimbang rekor dunia sebelumnya dengan presisi yang sama.

Komputasi luar biasa dari Atlas 900 menghadirkan perbedaan dalam riset ilmiah dan inovasi teknologi, seperti eksplorasi astronomi, prakiraan cuaca, swakemudi, dan eksplorasi minyak bumi. Sejumlah fitur Atlas 900:

Komputasi yang luar biasa : Menggabungkan ribuan prosesor AI Ascend 910, Atlas 900 mencapai skala 256–1.024 PFLOPS dengan setengah presisi (FP16), setara dengan daya komputasi 500.000 PC. Desain SoC mengintegrasikan komputasi AI, komputasi untuk keperluan umum, dan fitur I/O demi meningkatkan efisiensi pelatihan dengan efektif.

Jaringan cluster berkecepatan tinggi: Atlas 900 mendukung tiga jenis interface jaringan berkecepatan tinggi: Huawei Cache Coherence System (HCCS), PCIe 4.0, dan 100G RoCE, memangkas latensi sinkronisasi gradien antara 10%-70% sebagai lompatan dalam efisiensi pelatihan model. Atlas 900 mengandalkan algoritme intelligent switchingi iLossless yang inovatif untuk mewujudkan real-time learning dan pelatihan arus di seluruh jaringan, mencapai zero packet loss, serta latensi terpadu secepat mikrodetik.

Disipasi panas yang terbaik: Atlas 900 memanfaatkan sistem cabinet-level contained adiabatic, mewujudkan rasio pendinginan cairan lebih dari 95% dan sistem power usage effectiveness (PUE) yang kurang dari 1,1 (PUE ideal ialah 1,0).

Hingga kini, berdasarkan prosesor Ascend 910 dan 310 AI, Huawei telah meluncurkan Atlas 900 AI cluster, server Atlas 800 AI, edge station Atlas 500 AI, accelerator card Atlas 300 AI, serta accelerator module Atlas 200 AI. Portofolio Atlas yang lengkap menyediakan komputasi terbaik untuk pelatihan dan interferensi di seluruh skenario pada cloud-edge-device.

Ke depan, Huawei akan terus menambah investasi dan inovasi dalam infrastruktur seperti prosesor, sistem operasi, dan bank data bagi industri komputasi Kunpeng, serta menyediakan komputasi AI bagi Peng Cheng Cloud Brain. Dengan demikian, teknologi AI kian cepat terwujud demi aplikasi yang lebih luas lagi.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *