Peduli Pendidikan, GMBI Indramayu Gelar Audiensi

  • Whatsapp

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Indramayu peduli dengan Pendidikan, pada Kamis (6/8/2020) melakukan audiensi dengan Pemerintah desa kedungdawa Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Dalam Audiensi tersebut, LSM GMBI Distrik Indramayu, mempertanyakan Pemidahan Taman Kanak-Kanak AZ-Zahra

Bacaan Lainnya

Pada acara Audiensi tersebut dihadiri oleh Kapolsek Gabuswetan, Danramil 1617 Gabuswetan, Intel Kodim 0616 Indramayu, Kasi Trantib (MP) kecamatan Gabuswetan, Penilik TK / PAUD Kecamatan Gabuswetan,Kepala Desa Kedungdawa, Perwakilan Guru UPTD SDN Kedungdawa, Babinsa Desa Kedungdawa, Para Ketua KSM LSM GMBI dan Kepala Divisi Pengamanan LSM GMBI Distrik Indramayu serta Kepala Divisi Pemberdayaan Perempuan.

Ketua DPD LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Kabupaten Indramayu, Ono Cahyono, menjelaskan. tujuan audiensi ini merupakan gerakan moril dan kepedulian LSM GMBI terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu.jelasnya.

Lebih lanjut, Ono, mengungkapkan. agenda Audiensi hari ini, pembahasan terkait pemindahan sekolah Taman Kanak-Kanak AZ-Zahra. Ungkapnya.

Ono, mengatakan, dengan adanya Pemindahan Sekolah Taman Kanak-kanak, kami menduga, ada seseorang yang mengharapkan agar sekolah taman kanak-kanak Az-zahra tidak memiliki peserta didik yang banyak, karena tempat yang baru letaknya didalam. Yang artinya sama saja mempunyai niat untuk menghambat mencerdaskan anak bangsa dan tidak peduli dengan kemajuan negara indonesia, tuturnya.

Menurut Ono. Sekolah taman kanak-kanak keberadaannya sangat penting sekali, sebab anak yang ingin masuk di sekolah dasar (SD) harus lulus dari TK atau PAUD.jadi keberadaan sekolah Taman Kanak-kanak harus didukung oleh semua pihak.

Ono, menambahkan, Kami meminta kepada Pemerintah daerah, agar segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, sebelum kami turun kejalan, pasalnya. Sekolah taman kanak-kanak sebagai pondasinya negara,karena anak lulusan dari sekolah taman kanak-kanak rata rata sudah siap untuk belajar, juga Pendidikan merupakan salah satu hak anak yang harus terpenuhi. Hak Anak atas pendidikan ini diatur dalam Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 “Setiap Anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat.pungkasnya.

Dalam sambutan Danramil 1617/Gabuswetan, Kapten Inf Surato, mengatakan, saya dengan kapolsek tidak bisa terlalu dalam masuk kedalam pemerintah desa maupun kecamatan karena keberadaan saya dengan kapolsek sebagai pengayom, namun saya perlu menyampaikan kepada rekan rekan GMBI, notulen pada hari ini,mungkin menurut saya ini sebenarnya,ini sedikit miss komunikasi dari pihak desa,mungkin apabila melaksanakan suatu kegiatan mungkin kurang intruksi kordinasi dengan aparat atau dengan lembaga yang ada, miss komunikasi mengenai pembuatan surat suatu bangunan.ucapnya.

Suranto, menambahkan. Saya salut karena rekan rekan semuanya ini adalah mewakili rakyat kita semuanya khususnya kedungdawa umumnya Gabuswetan lebih luasnya lagi adalah masyarakat indramayu, ini adalah kepedulian kita bersama untuk membangun, memajukan masyarakat diwilayah kita, saya salut dan saya yakin dari rekan rekan GMBI tidak akan mengkaitkan bahwa tahun ini adalah tahun politik,saya yakin ini tidak ada, karena ini bentuk kepedulian untuk memajukan masyarakat kedungdawa ini.tegasnya.

Sementara.Kepala desa kedungdawa, Daryono,SE.menjelaskan.pada awalnya TK Az-Zahra berada di gedung madrasah Baiturohim, kenapa ada disituh, pada waktu ada TK kami membangun gedung madrasah, jadi sebelumnya ada TK sudah ada madrasah, mungkin karena perjalanan TK juga dimasukan disituh satu gedung ada dua lembaga karena menurut kami efisien, karena kami belum bisa membangun, dalam perjalanan kami juga bisa membangun TK, karena jauh dan kurang strategis jadi tk tidak mau.karena perjalan waktu, karena dalam satu gedung ada dua lembaga kemungkinan saat ini ada konflik, dari pihak madrasah datang mengadu begitu juga dari Tk datang mengadu sehingga bikin kami bingung. jelasnya.

Pada waktu yang sama, Cartiwan, salah satu perwakilan guru dari UPTD SDN 1 Kedungdawa kecamatan Gabuswetan. Mengatakan, Untuk masuk SD sekarang ini, sejak masuk SD, paling tidak harus bisa membaca, menulis dan menghitung, Allhamdulilalah karena sekarang ini sudah ada TK, jadi yang masuk ke SD itu 90 % itu dari TK.tutupnya.

Kepala Madrasah Baiturohim, H. Idris, mengatakan. Memang tidak mengganggu antara kegiatan KBM madrasah dan TK karena waktunya berbeda jauh, pagi dan sore,yang jadi kedala saya. selama dari awal berdiri madrasah baru yang dibiayai oleh negara,memang sama-sama berjalan dengan baik,ditengah tengah perjalanan maklum ada sandungan kecil kecil kita harus tahu, setelah sekian lama,kita berjalan berdua masing masing dengan kegiatan KBM masing masing memang tidak ada kendala,namun dalam perjalanannya kesini antar kebutuhan madrasah dengan TK berbeda.nah disni akhir akhir Ini, apakah harus di sampaikan dengan detail. kesimpulannya akhir-akhir ini kami madrasah kurang nyaman, setelah sekian lama nyaman namun pada akhir akhirnya kurang nyaman.ujarnya.

Pada kesempatan yang sama.Tarwid Redon, mengatakan.Sekolah taman kanak-kanak AZ-Zahra siswa siswinya banyak mempunyai prestasi,namun sangat disayangkan sekali bila pemerintah desa mendukung seseorang untuk memindahkan sekolah taman kanak-kanak Az-Zahra ketempat yang baru karena letaknya di dalam dan tidak strategus serta belum layak sarananya.ucapnya.

(Jays) Bersambung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *