Pekerjaan Stand Pasar Kebonagung Lamban, Pedagang dan Pembeli terganggu, Kemana saja Rekanan

  • Whatsapp

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Belum rampungnya pekerjaan berupa revitalisasi pada beberapa stand di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Jawa Timur, membuat sejumlah pedagang mengeluh.

Pasalnya selain faktor lambannya proses pengerjaan dilapangan, pedagang dan juga pengunjung atau pembeli merasa terganggu dengan keberadaan material serta kondisinya yang masih semrawut tersebut.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, para pedagang yang saat ini stand atau lapaknya sedang dalam perbaikan berharap agar proses pengerjaan dilapangan secepatnya dapat diselesaikan secara prioritas dan lebih cepat.

Dari pantauan awak media dilapangan pada Kamis (26/09) pagi, memang tidak tampak para pekerja melakukan proses pengerjaan pada stand yang ada. Dan menurut pengakuan pedagang, bahwa proses pekerjaan hanya dilakukan pada siang hari saja alias ketika para pedagang sudah pada pulang.

“Bagaimana sih Pak, kok gak selesai-selesai Pak….??. Kita mintanya dipercepat, takut musim penghujan datang. Dan ini kalau pagi memang pekerja mengerjakan dibagian lainnya, nanti siangnya kalau kita sudah tutup baru dikerjakan lagi. Ungkap salah satu pedagang, kepada awak media yang standnya juga ikut di revitalisasi pada Kamis (26/09) siang kemarin.

Sedangkan selama proses pekerjaan berlangsung hingga berjalan, para penghuni stand atau pedagang sendiri juga enggan untuk menempati stand relokasi yang sudah disiapkan oleh pihak rekanan atau pelaksana sebelumnya.

Keluhan senada juga disampaikan pedagang lain, baik mengenai lambannya pekerjaan maupun mengenai alasan kenapa para pedagang tidak mau untuk menempati stand relokasi sementara yang sudah disiapkan.

“Kalau pekerjaan ini lama banget Mas…!. Dan kita mau dipindah kesitu kondisinya kayak gitu Mas…..!!, sampeyan lihat sendiri itu. Dari sisi keamanan, kalau misalkan hujan….??. Orang dinding triplexnya tipis gitu, terus ukurannya kecil. Kalau isinya tokoh besar kayak gini mana bisa masuk”. Kata pemilik toko sembako lain, yakni toko atas nama Shodik.

Kedepan Ia juga berharap agar percepatan pada pembangunan stand pasar menjadi skala prioritas bagi pihak pelaksana, sehingga para pedagang dapat dengan nyaman melakukan aktivitasnya sehari hari.

“Kepinginnya kita cepat diselesaikan, dan saya sudah ngomong ke pihak mandornya. Kalau masalah pedagang tidak mau pindah ke tempat relokasi itu sudah dirapatkan bersama sebelumnya, dan semua pada setuju. Tapi masalahnya ini kok belum selesai selesai”. Tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dan dinas terkait. Baik mengenai pencapaian progres pekerjaan, maupun terkait target dalam penyelesaian stand pasar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan pasangan dinding tambahan untuk atap.(ank/ek)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *