Pelajar di Lumajang, Mari Bijak Menggunakan Medsos

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Media sosial bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, bukan hanya dari golongan remaja saja yang menggunakan media sosial. Namun juga sudah merambah ke usia anak-anak.

Dan bagaimana manfaat media sosial, tergantung dari bagaimana individu itu sendiri memanfaatkannya dalam kehidupan mereka. Tentu hal ini menuntut kebijaksanaan masing-masing individu dalam menggunakan media sosial.

Bacaan Lainnya

Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolsek Kunir Polres Lumajang, Iptu Soegeng Susanto didamping Kanit Binmas Bripka M. Fadholi A, mengajak pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan nya saat memberikan Pembinaan Program Sebar Ilmu dengan Topik “Bijak Dalam Penggunaan Media Sosial” di SMP Negeri 1 Kunir, Jum’at (30/9/2022).

Dalam kegiatan itu, Iptu Soegeng Susanto memberikan pemahaman tentang fungsi media sosial. Selain itu, juga memberikan pemahaman kepada siswa agar menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

“Media sosial di satu sisi mempunyai manfaat, antara lain yaitu mempermudah dalam berkomunikasi. Namun, apabila tidak digunakan dengan baik, juga mempunyai banyak efek negatif,” katanya.

Perwira polisi berpangkat dua balok dipundaknya ini menyampaikan, fungsi positif media sosial adalah sebagai alat komunikasi. Disampaikan juga beberapa efek negatif media sosial antara lain kecanduan sehingga melupakan kewajiban sebagai pelajar, ikut menyebarkan berita hoax serta pornografi dan bisa juga digunakan sebagai alat melakukan kejahatan.

“Siswa harus bisa menggunakan media sosial sesuai dengan peruntukannya jangan mudah menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Selain itu, tidak mudah percaya dengan bujukan dari orang yang belum dikenal melalui media sosial,” pesan Soegeng.

Menurutnya, pihaknya beban moril. Dan kepolisian harus memberikan informasi tentang undang undang ITE, agar siswa-siswi nantinya tidak terjerumus kedalam penggunaan media sosial yang liar. Dan juga, agar tidak merugikan para pelajar sendiri.

“Semoga media sosial ini bisa digunakan dengan benar dan bijak”, ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *