Pelaku IKM di Gresik Mendapatkan Pelatihan Manajerial dan Financial Life Skill

Giat Tim PKM S2 Manajemen Unesa pada pelaku IKM di Kab. Gresik

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Pelatihan terhadap para pelaku IKM di Kabupaten Gresik ini bermaksud membagikan pengetahuan serta ilmu tentang bagaimana IKM dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Melalui pelatihan management skill dan financial life skill bagi pelaku industri kecil menengah di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Gresik.

Bacaan Lainnya

Keterampilan ini sangat penting untuk menunjang IKM dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, sehingga mendukung keberlangsungan hidup IKM serta menunjang mereka dalam mengantisipasi berbagai masalah misalnya pengelolaan keuangan yang mana masih banyak belum memisahkan akun rumah tangga dengan keuangan bisnis.

Pelatihan dan pendampingan kepada IKM sangat berarti dalam mendukung kemajuan usaha, terlebih situasi saat ini dimana akibat pendemi Covid-19 sudah memukul sebagian besar perekonomian nasional.

Melalui pembinaan dan pendampingan IKM ini diharapkan bisa mendongkrak daya produksi dengan cara meningkatkan ketrampilan manajerial, administratif, operasional, serta financial life skill.

Program pengabdian kepada masyarakat dosen S2 Manajemen Unesa yang berlokasi di SMA 1 Manyar Gresik dilaksanakan secara kolektif dengan 11 tim PKM lainnya dari prodi-prodi di Pascasarjana Unesa.

Tim terdiri dari Andre Dwijanto Witjaksono sebagai ketua, dan Prof Dewie Tri Wijayati Wardoyo, Ulil Hartono, Sri Setyo Iriani, Nadia Asandimitra Haryono, dan Khoirur Rozaq sebagai anggota.

Tujuan pelatihan ini selain untuk mengembangkan kinerja dari IKM di Kabupaten Gresik juga sebagai salah satu perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Tim PKM S2 Manajemen, Andre mengatakan bahwa, IKM di Gresik cukup banyak dan memiliki potensi berkembang yang cukup pesat kedepan nanti serta mampu dimanfaatkan untuk mengurangi pengangguran.

“Kabupaten Gresik saat ini merupakan wilayah industri besar yang maju pesat di Jawa Timur, hal ini menjadikan Gresik sebagai wilayah yang strategis untuk pasar domestik maupun mancanegara. Begitu juga peluang untuk industri kecil menengah tentu sangat potensial karena pasar akan dengan mudah menemukan produk unggulan IKM,” tegasnya. Jumat, (30/9/2022).

Alasan menggandeng kelompok IKM Gresik, kata Andre, karena kelompok tersebut bergerak di bidang bisnis dan sosial. Kegiatan mereka didominasi oleh kegiatan kolaborasi untuk saling menguatkan antara anggota sehingga proses berbagi pengetahuan akan terjadi secara alami di sana.

“Kelompok IKM akan saling memberi masukan dan mencari jalan keluar jika mengalami kendala bisnis, sehingga iklim kompetisi maupun kolaborasi usaha menjadi sehat,” tambah Andre.

Andre menambahkan, dengan adanya program pelatihan keterampilan manajerial dan financial life skill ini diharapkan dapat membangun industri kecil menengah yang kreatif dan kuat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, terutama industri andalan Gresik menjadi produk inovatif yang digemari konsumen dari dalam negeri atau mancanegara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *