Pelaku Usaha di Kediri Dapatkan Edukasi dari Anggota DPR RI & Badan POM

  • Whatsapp
Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan Keamanan, Mutu, Gizi, Manfaat, Label da Iklan Pangan Tahun 2021 di IKCC, Minggu, 11 April 2021

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Pentingnya pemahaman terhadap berbagai bahan makanan yang baik atau tidak untuk dikonsumsi manusia, menjadi perhatian tersendiri bagi Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd, dari Dapil Jawa Timur VI, yang meliputi Kabupaten / Kota Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

Seperti yang dilakukan di IKCC (Insumo Kediri Convention Center), Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri, Minggu siang, 11 April 2021, wakil rakyat dari Fraksi NasDem yang dikenal dengan jargon Semar Mbangun Khayangan ini mengadakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan Keamanan, Mutu, Gizi, Manfaat, Label da Iklan Pangan Tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan narasumber dari Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan POM Republik Indonesia, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono, dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Kediri, H. Nafis Kurtubi.

Tampak hadir bersama para pelaku usaha di kota tahu tersebut di antaranya, Anggota Fraksi dari Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, H. Syafa’at dan Khusnul Arif, S.Sos, serta pengurus DPD dan DPC di 26 kecamatan.

Nurhadi, S.Pd, Anggota Komisi IX DPR RI (berbaju batik hitam), bersama Khusnul Arif, S.Sos (berbaju putih) dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, S.Pd, dikonfirmasi seusai acara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap para pelaku usaha agar lebih memahami bahan makanan yang boleh digunakan maupun tidak, serta mengetahui prosedur perizinan usahanya.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami harapkan para pelaku usaha dapat memahami tentang berbagai bahan makanan yang aman maupun berbahaya untuk dikonsumsi, serta memahami terkait pengurusan perijinan usahanya,” kata Founder Yayasan Laskar Panji Peduli ini.

Ditambahkan Nurhadi, pihaknya juga telah melakukan kegiatan serupa bersama DPD Partai NasDem Blitar dan Tulungagung. Pihaknya juga akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku usaha yang membutuhkan.

“Sebelum di Kediri ini, kami juga sudah melakukan kegiatan serupa di Blitar dan Tulungagung bersama Pengurus DPD Partai NasDem setempat. Insya Alloh kami bersama Fraksi NasDem akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada setiap pelaku usaha yang membutuhkan,” terang Owner Radio Jayabaya FM ini.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Fraksi NasDem untuk terus berbuat yang terbaik kepada masyarakat.

“Partai NasDem sudah berkomitmen untuk terus menebar kebaikan, dan salah satunya dengan kegiatan seperti ini. Kami juga siap untuk memberikan pembinaan maupun pendampingan apabila ada pelaku usaha yang kesulitan dalam proses perijinan,” tutur Pak Lutfi.

Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan Keamanan, Mutu, Gizi, Manfaat, Label da Iklan Pangan Tahun 2021 di IKCC, Minggu, 11 April 2021

Sementara itu, Neni Yuliza, Koordinator Pengawasan Ekspor dan Impor Pangan Olahan Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olah Badan POM RI yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut menerangkan berbagai hal terkait Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Keamanan Pangan.

Saat diberikan pertanyaan dengan menunjukkan gambar Bleng yang biasa digunakan masyarakat sebagai bahan membuat Krupuk Puli (krupuk dari nasi) itu apakah boleh digunakan pada pangan ? peserta pun kaget, karena Bleng / Boraks merupakan bahan yang dilarang digunakan pada pangan, karena bahan ini untuk pengawet kayu, pembuatan gelas, campuran pupuk, dan lain sebagainya.

Begitu pula ketika ditunjukkan berbagai bahan yang biasa dipakai masyarakat untuk makanan, padahal sebenarnya dilarang digunakan karena mengandung zat berbahaya lainnya, para peserta yang hadir juga kaget, dan akhirnya bisa memahaminya.
(Fatkhul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *