Pelatihan Pemasaran Online kepada Pelaku Usaha Kecil Desa Sukorejo Gresik, Seperti Apa?

  • Whatsapp
Tim PKM Jurusan Manajemen FE Unesa bersama pemilik usaha kecil di Desa Sukorejo, Gresik

GRESIK, RadarBangsa.co.id – UMKM di Desa Sukorejo sudah berkembang cukup bagus. Desa Sukorejo memiliki beberapa produk unggulan yang tergabung dalam BUMDes Podhojoyo Sukorejo.

Dengan 50 produk unggulan yang tergabung dalam BUMDes maka kemampuan untuk memasarkan produk lebih luas menjadi kebutuhan dari UMKM di Desa Sukorejo.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat Tim PKM dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (FE Unesa) terjun untuk memajukan UMKM di Desa Sukorejo Kabupaten Gresik.

Tim PKM Jurusan Manajemen FE Unesa terdiri dari, Nurul Indawati sebagai ketua, beberapa anggota lainnya, Rosa Prafitri, RA Sista Paramita, dan Tias A. Indarwati.

Ketua Tim PKM, Nurul Indawati mengungkapkan bahwa, UMKM Sukorejo menghendaki adanya pelatihan dan pendampingan pemasaran online yang benar-benar memberikan dampak signifikan pada produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.

“Dengan demikian, memberikan pelatihan pemasaran online pada pelaku usaha di Desa Sidayu Kabupaten Gresik merupakan hal yang tepat,” ujar Inda, sapaan akrabnya. Sabtu, (27/6/2020).

IBM Pelatihan Pemasaran Online ini, kata Inda, terdiri dari beberapa tahap kegiatan. Tahap pertama yaitu pemaparan besarnya peluang pasar pada toko online dengan menunjukan data pendukung.

“Tahap kedua adalah, mengajarkan pada peserta terkait proses pembuatan akun pada toko online, yang didahului dengan pembuatan email terlebih dahulu,” terang Dosen Jurusan Manajemen Unesa ini.

Pembuatan akun toko online pada kegiatan ini diwakili oleh BUMDes Podhojoyo Sukorejo, BUMDes Podhojoyo Sukorejo merupakan Badan Usaha Milik Desa Sukorejo yang menampung dan menjual seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Sukorejo.

“Sehingga, dengan membantu BUMDes Podhojoyo Sukorejo membuat toko online. Maka diharapkan tingkat penjualan dan pangsa pasar dari setiap produk Desa Sukorejo juga semakin meningkat,” harap Indawati.

Tahap ketiga, lanjut Inda, adalah mengomunikasikan produk melalui gambar dan pilihan kata yang baik pada toko online. Pada tahap ini, peserta pelatihan diajarkan cara mengambil gambar dengan baik.

“Sehingga kemasan produk yang sederhana dapat terlihat lebih menarik pada gambar. Teknik yang paling sederhana adalah dengan menunjukan kontras warna yang baik antara warna produk dengan warna background produk,” ungkap Inda.

Masih dengan Inda, tahap keempat dilanjutkan hingga praktik jual beli online dipraktikan. Setelah produk muncul pada akun toko online BUMDes Podhojoyo Sukorejo, salah satu anggota TIM PKM mencoba membeli produk tersebut secara online melalui akun toko online yang dimiliki.

Praktik proses jual beli berlanjut hingga pembeli memilih produk dan membayar produk yang telah dipilih dan dilanjutkan oleh pihak BUMDes Podhojoyo Sukorejo yang berhasil menerima pesanan dan memperoleh konfirmasi pembayaran terkait produk yang dipesan.

Manfaat yang diperoleh melalui pelatihan dan pendampingan pemasaran online adalah masyarakat/ pelaku usaha Desa Sukorejo jadi lebih mengetahui besarnya peluang pada pemasaran online, mengetahui proses / tahapan membuka toko online, dan mengetahui praktik jual beli online.

“Sehingga, setelah pelatihan pemasaran online diharapkan seluruh pelaku usaha khususnya BUMDes Podhojoyo Sukorejo dapat lebih aktif dalam kegiatan pemasaran online,” tutup Nurul Indawati.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *