Peluang Duet Maut untuk Calon Capres dan Cawapres 2024

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Sinyal kuat sejumlah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden semakin kuat. Beberapa nama dinilai bisa menjadi duet maut untuk menduduki istana 2024.

Pasangan yang paling menyita perhatian adalah Prabowo dan Puan Maharani. Ketika pasangan ini muncul sebagai calon, hampir semua lembaga survei menyatakan bahwa pasangan ini bakal jadi calon terkuat.

Bacaan Lainnya

Terlebih, ada beberapa momen yang terlihat kemesraan antara pasangan tersebut. Terkini, adanya pertemuan tiga tokoh nasional yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani masih menjadi perbincangan hangat di dunia politik.

Foto ketiga tokoh tersebut saling berbincang diunggah oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam akun Instagramnya @puanmaharaniri. Pengamat Lingkar Madani Untuk Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, postingan dari Puan Maharani menandakan bahwa ada kemungkinan besar PDI Perjuangan dan Gerindra berkoalisi dalam Pilpres 2024.

Sementara itu, menurut pengamat Politik dari Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Khoirul Umam mengatakan duet Prabowo Subianto – Puan Maharani bisa terwujud sebagai pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024.

“Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Alasannya adalah, tidak ada kendala batasan threshold mengingat PDIP memiliki saham politik 20% dan Gerindra sekitar 12% dari Pemilu 2019. Jika presidential threshold 20%, dengan dua partai saja sudah mencukupi persyaratan PT tersebut,” ujar Khoirul Umam.

Khoirul menyebutkan, PDIP dan Gerindra merupakan representasi partai yang menggunakan sistem kepemimpinan dengan model demokrasi terpimpin, yang akan lebih memudahkan pengambilan keputusan strategis.

“Meski model demokrasi terpimpin sebenarnya tidak ada dalam varian teori demokrasi dan tidak merepresentasikan karakter demokratis itu sendiri. Tapi pola semacam itu memang lebih efektif untuk mengambil keputusan, karena mudah menekan terjadinya dinamika dan kritisisme internal partai, terutama para kader yang tidak puas dengan keputusan partai,” jelas Khoirul Umam.

Ia mengungkapkan, elektabilitas Prabowo masih konsisten masuk dalam radar tinggi hampir semua survei. Hal ini bisa mengompensasi sekaligus menjadi bargaining position di hadapan PDIP yang mana elektabilitas Puan masih perlu terus ditingkatkan.

“Artinya, realitas elektabilitas Prabowo-Puan itu bisa menjadi trade-off bagi elektabilitas PDIP dan Gerindra yang trend-nya berkebalikan,” lanjut Khoirul Umam.

Namun demikian ia mengungkapkan, meski pasangan Prabowo-Puan memungkinkan untuk didorong ke kontestasi 2024, Prabowo-Puan perlu membutuhkan elemen tambahan baru, yakni kekuatan partai politik Islam.

Lawan

Dari sejumlah lembaga survei juga menyatakan bahwa pasangan Prabowo – Puan bakal menghadapi calon pasangan yang lain.

Menurut, Indikator Politik Indonesia tak hanya melakukan simulasi perseorangan tapi juga terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang berpeluang maju di Pilpres 2024 mendatang. Dari hasil simulasi tersebut belum terlihat ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dominan atau menonjol.

“Ini betul-betul statistically, neck to neck, kita enggak tahu lagi siapa yang unggul karena perbedaannya sangat tipis tiga pasangan ini,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Dalam simulasi yang dilakukan Indikator terdapat tiga poros pasangan capres dan cawapres. Simulasi pertama memasangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri BUMN Erick Thohir, kemudian pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, serta pasangan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani.

Hasilnya, pasangan Prabowo-Puan keluar sebagai pemenang dengan dukungan 29,6%. Masih terpaut tipis dengan urutan kedua Ganjar-Airlangga dengan dukungan 28,8%, serta Anies-Erick 28,2%. Responden tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 13,5%.

Simulasi kedua, indikator menduetkan Anies Baswedan dengan Menparekraf Sandiaga Uno, menghadapi Ganjar Pranowo yang dipasangkan dengan Erick Thohir, serta pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Hasilnya, Ganjar-Erick mendapatkan dukungan tertinggi dengan angka 31,1%. Namun, hanya terpaut tipis dengan Anies-Sandiaga yang mendapat dukungan 30,8%, juga Prabowo-Puan yang didukung 28,1%. Sementara yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 10%.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 2-6 November 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 2.020 orang. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *