Pembangunan Masjid KH Hasyim Asy’ari di Sidoarjo Membutuhkan Dana 33 Miliar, Pemprov Jatim Bantu 2 Miliar

  • Whatsapp

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pembangunan Masjid KH. Hasyim Asy’ari yang berada di komplek UNUSIDA, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jl. Lingkar Timur, Desa Rangkah Kidul kecamatan Sidoarjo membutuhkan anggaran sebesar 33 Miliar.

Berdiri diatas lahan 6,5 hektar yang rencananya akan dijadikan pusat pergerakan NU Sidoarjo ini sudah menelan anggaran 5 miliar untuk pembangunan pondasi dan pilar. Dana 5 miliar tersebut berasal dari bantuan hibah pemerintah kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2020.

Bacaan Lainnya

Untuk memenuhi kekurangan anggaran, panitia pembangunan masjid mengajukan bantuan hibah kepada pemerintah provinsi Jawa Timur sebesar 2 miliar.

Oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melalui kepala Biro Kesejahteraan Sosial (Biro Kesos) Jatim, Hudiyono menyampaikan bahwa pengajuan bantuan sudah dalam tahap verifikasi lapangan dan tahun ini akan disalurkan.

Mantan PJ Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Hud itu meninjau langsung lokasi pembangunan masjid KH. Hasyim Asy’ari yang nantinya akan menjadi ikon pergerakan warga NU Sidoarjo itu.

“Perintah dari Ibu Gubernur kita lakukan verifikasi lapangan, datang langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembangunan masjid KH. Hasyim Asy’ari di Sidoarjo”, katanya usai melakukan kunjungannya di Sidoarjo. Minggu, (28/2/2021).

“Biro Kesos saat ini sedang memproses pengajuan hibahnya dan dalam waktu dekat bisa segera dicairkan”, tambahnya.

Masjid KH. Hasyim Asy’ari memiliki luas 40 meter x 40 meter dibangun 2 lantai dan berada dalam satu komplek dengan Unusida ini ditargetkan selesai pembangunannya tahun 2024.

Ke depan komplek ini menurut KH. Zaenal Abidin Wakil Ketua PCNU Sidoarjo yang juga ketua pembangunan Masjid KH. Hasyim Asy’ari menjelaskan nantinya tempat ini akan dijadikan pusat pergerakan warga Nahdliyin.

Konsep umumnya bangunan masjid ini kata Zaenal memadukan model Nusantara, mengakomodir budaya Jawa, China, timur tengah dan modern.

“Luas ruang utama ukuran 26 meter x 26 meter sesuai dengan tanggal lahir NU 1926 Masehi. Empat tiang Soko guru diberi nama imam 4 madzhab yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Jarak antar Soko guru dengan Soko guru lainnya 9 meter, identik dengan Walisongo dan bintang sembilan. Jumlah tangga undakan pintu utama juga ada sembilan”, terang Zaenal.

Komplek ini nantinya masih kata Zaenal, selain ada bangunan masjid, juga ada sekolah TK Muslimat, MI/SD, Tsanawiyah/SMP, Aliyah/SMA dan Universitas NU, juga akan dibangun kantor bersama (PCNU, Muslimat, Ansor dan Fatayat) dan dijadikan pusat pergerakan temen2 muharriq.

(Zai/Rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *