Pemeriksaan Swab Terhadap 7 Guru di Sampang, Hasilnya 1 Orang Positif Covid-19

  • Whatsapp
Rapit Tes Terhadap Guru di salah satu Sekolah yang ada di Kecamatan Torjun

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – 1 Guru di Wilayah kerja UPTD Kecamatan Torjun Sampang Madura Jawa Timur positif Covid-19

Guru yang di nyatakan positif itu laki laki inisial AJ

Bacaan Lainnya

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi S.Km M.Kes selasa 15/9 pemeriksaan Swab terhàdap 7 Guru di UPTD Kecamatan Torjun baru rampung selasa sore 15/9
“Hasilnya 1 dinyatakan positif dan 6 lainnya negatif,” ujar Agus Mulyadi S.Km M.Kes

Lanjutnya, terhadap Guru yang bersangkutan dilakukan tindakan penanganan kesehatan

Sebelumnya, pasca Uji coba Pembelajaran tatap muka terbatas I seluruh Guru dilakukan Rapit tes

Guru yang diperiksa Rapit itu merupakan pengajar di Satuan Pendidikan yang melakukan Uji coba Pembajaran tatap muka I di Kecamatan Torjun, Tambelangan dan Ketapang

Hasil dari Rapit tes ada 7 Guru di UPTD Kecamatan Torjun dinyatakan reaktif, sementara dua Kecamatan lainnya non reaktif

Selain dilakukan isolasi mandiri ke 7 Guru itu di periksa Swab Pcr di RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang

Chaeril Saleh SE Aktivis LSM SP2M Sampang yang selama ini getol memantau perkembangan Pelaksanaan Uji coba Pembelajaran tatap muka terbatas merasa prihatin dengan terpaparnya 1 Guru di UPTD Torjun

Menurutnya masih perlu di telusuri terpaparnya 1 Guru itu apakah memang sebelumnya terindikasi namun belum pernah diperiksa atau dampak dari Pembelajaran tatap muka terbatas I
“Diperlukan penelusuran history Guru yang bersangkutan, namun harus menjadi pertimbangan untuk menghindari munculnya klaster baru yakni dari Satuan Pendidikan,”tuturnya rabu 16/9

Ditegaskan, kasus itu harus menjadi catatan betapa pentingnya dilakukan pemeriksaan pasca Uji coba Pembelajaran tatap muka terbatas II, sebagai refrensi dilanjutkan atau tidak

Ditambahkan, dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 yang masih menghangat ini, Ia berharap Pemerintah maupun Gugus Tugas jangan hanya fokus kepada Penegakan hukum implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 maupun Perbup nomor 53 tahun 2020 khususnya penggunaan masker

Namun juga segala aspek yang berpotensi dapat menjadikan faktor penyebaran juga perlu mendapat perhatian khusus.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *