Pemerintah Dinilai Gagal, Dalam Pembangunan Jalan Sorong – Maudus

SORONG, RadarBangsa.co.id – Hal ini sebagai indikator gagalnya pembangunan dijalan Sorong Maudus, padahal berbagai proyek yang nilainya milliaran harusnya dilakukan dengan rencana yang baik, dan juga perluh adanya upaya perubahan bukan hanya bersifat sistematik dan juga dibarengi dengan perubahan paradigmatik untuk memberikan arah yang lebih tepat pada masyarakat.

Kegegalan tersebut mungkin saja tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, dimana melumpuhkan ekonomi masyarakat, sehingga aktivitas masyarakat tidak berjalan dengan baik dan tidak lancar bagi masyarakat Maudus- Zunook dan Sayosa Timur

Bacaan Lainnya

Maksius.M. Maas SIp, selaku ketua ikatan pemudah pelajar mahasiswa distrik Maudus, mengatahkan secara lisan kepada media ini kondisi jalan Sorong Maudus sementara ini, proses perayaan Hari ulang Tahun Negara Republik Indonesia ke-75 tahun 2020, merupakan salah satu kendala besar yang bisa dikatakan masyarakat pemerintah gagal dalam pembangunan infrastruk jalan, tetapi dilihat secara kasat mata dari msayarakat bahwa itu akibat dari pengusaha-pengusaha legalogin yang begitu banyak merajalelah di Distrik Maudus sehingga membuat situasi kondisi jalan yang ada di Sorong Maudus semakin rusak parah.

Kemudian kendaraan-kendaraan yang mengangkut masyarakat dari kota, akses kebutuhan ekonomi maupun lain-lainnya tersendak sehinggamenjadi salah satu faktor penyebab yang menghambat peroses aksesnya kebutuhan masyarakat terutama didistrik Maudus.kata Maksius m.Maas

Karena ini adalah hari kemerdekaan RI, maka seluruh ASN-ASN yang ada didistrik kemudian yang urusan ke kota maupun yang ke distrik juga menjadi kendala karena itu merupkan salah satu penyebab utama yang menjadi persoalan besar bagi masyarakat terutama pelayanan pemerintah.

Jadi itu mengingatkan kepada pemerintah sehingga pemerintah wajib melihat persoal ini bagaimana tindakan pemerintah distrik maudus-Sunook kemudian distrik Sayosa Timur terkait dengan informasih MOu yang dilaksanakan pada bulan Juli oleh seluruh pengusaha legalogin sampai kepada mancaraya untuk melakukan MOu dengan perbaikan jalan sampai saat ini belum ada tanda-tanda

Apakah ini pimpinan – pimpinan pemerintah yang ada diwilayah ini mereka melakukan bahasa fiktip atau kalimat yang seolah-olah membujuk masyarakat sehingga tidak ada tindak lanjutnya, hingga sampai saat ini tidak ada dampak positif yang dilakukan oleh pengusaha-pengusaha terkait dengan perbaikan jalan, pengerasan jalan dan lain bagaimana akses perayaan di hari HUT NKRI Republik indonesia.

Kami selaku Mahasiswa yang berada di Sayosa raya secara lebih kusus adalah Maudus, Zunook, Sayosa Timur menghimbau kepada beberapa pimpinan distrik di wilayah sayosa Raya sehingga bisa menindaki lanjuti atau membatasi dengan cara lain sehingga pengusaha-pengusaha itu bisa di berhentikan sementara, sampai akses jalan Sorong Maudus kembali baik.

(Gustaf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *