Pemkab Pasuruan Dukung Melalui Konten Digital, Ternyata ini Produk Hortikultura Unggulan

  • Whatsapp
Acara virtual oleh Bupati dan petani Mangga Alpukat saat mengunjungi hamparan kebun Mangga di Dusun Watulunyu, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. [Foto/Kmf]

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Siapa yang tidak kenal Mangga Klonal 21 yang dikenal dengan sebutan Mangga Alpukat. Rasa manis beraroma dengan tekstur lembut serta buah yang dapat dibelah kemudian diputar seperti buah Alpukat tersebut tidak hanya menjadi icon hortikultura unggulan Kabupaten Pasuruan saja. Tetapi sekaligus sebagai buah tangan spesial yang wajib dipesan para pecinta Mangga ketika musim panen raya tiba.

Upaya rebranding Mangga “Alpukat” Klonal 21 agar lebih dikenal masyarakat luas sebagai produk buah asli Kabupaten Pasuruan-pun intens dilakukan. Targetnya tidak lain untuk lebih menempatkan buah hasil persilangan antara Mangga jenis Gadung dengan Arumanis tersebut agar lebih menempel kuat dibenak masyarakat sebagai icon buah khas Kabupaten Pasuruan.

Bacaan Lainnya

Diantara bentuk dukungan penuh terhadap aktivitas labeling produk buah tropis yang telah resmi diakui Kementerian Pertanian sebagai buah asli Kabupaten Pasuruan tersebut dilakukan melalui pembuatan konten digital. Podcast dipilih sebagai media promosi Mangga Alpukat.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf berharap, melalui konten siaran non-streaming yang disampaikan secara audio visual, mampu memberikan pemahaman lebih detil sekaligus wawasan kepada masyarakat agar jangan sampai salah persepsi, apalagi sampai salah beli Mangga Alpukat.

Berikut cara mendapatkannya yang hanya bisa dibeli di Kabupaten Pasuruan saja. Baik yang dibudidayakan oleh para petani Mangga di Kecamatan Rembang maupun Sukorejo.

“Lewat podcast Pasuruan Always Fresh edisi Mangga Alpukat ini, saya berharap ada legacy lebih dari masyarakat terhadap kepemilikan hak paten Mangga Klonal 21. Sehingga jangan sampai salah beli buahnya, selain yang dibudidayakan di Kabupaten Pasuruan.

Karena sekarang ini kan dimana-mana banyak dijumpai promosi buah Mangga yang mengatasnamakan Mangga Alpukat Kabupaten Pasuruan. Nah itu kan jelas merugikan kita semua, terutama para petaninya”, jelas Gus Irsyad sapaan orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut.

Di dalam konten podcast yang nantinya juga bisa diakses di Youtube Channel I Love Pas TV, publik akan diajak secara virtual oleh Bupati dan petani Mangga Alpukat mengunjungi hamparan kebun Mangga di Dusun Watulunyu, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

Komplit dengan sajian petik Mangga masak pohon yang langsung dilanjutkan dengan sesi membelah dan memutarnya, sebelum kemudian disantap dengan menggunakan sendok ala mengkonsumsi buah Alpukat.

Tentunya dengan tetap mengindahkan semua aturan protokol kesehatan di masa adaptasi kenormalan baru, tanpa menghilangkan unsur keriaan dalam menikmati objek agrowisata andalan Kabupaten Pasuruan tersebut.

Soal rasa, jangan ditanya. Manis segar sudah pasti paten. Juara! Belum lagi bonus hijau rindangnya pepohonan penuh buah Mangga siap panen.

Pastinya akan memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung yang membeli langsung di kebun petani. Warung Kampung Mangga Alpukat yang terletak tidak jauh dari lokasi agrowisata petik Mangga-pun siap menjamu dengan beragam menu kuliner khasnya.

Sebut saja nasi jagung, sayur bening Kelor dan aneka ikan panggang yang dijamin akan menambah gayeng-nya suasana berwisata disana. Bagaimana… Jadi kapan Anda akan bertandang kesana

(Red/KMF)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *