Pencarian Nelayan Tenggelam di Sumenep Ditemukan Meninggal, ini Kronologisnya

  • Whatsapp
Evakuasi Nelayan Tenggelam Yang Ditemukan Meninggal Di Laut Perairan Pulau Giliraje Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep Jawa Timur. [IST]

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Perkembangan pencarian 2 orang nelayan asal desa Prenduan yang hilang tenggelam di laut perairan pulau Giligenting, pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2021 pukul 07.00 Wib, telah dilakukan pencarian hari kedua terhadap korban dengan penyisiran di perairan pulau Giliraja kabupaten Sumenep. Selasa (12/01/2020).

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Setioningtyas, SH., menerangkan bahwa sekira pukul 06.00 Wib Polsek Prenduan mendapat informasi dari Nelayan dan Polsek Giligenting bahwa telah diketemukan mayat dalam keadaan mengapung di perairan selatan pulau Giliraja jarak lebih kurang 2 mil dari pantai diduga merupakan nelayan asal Prenduan Sumenep.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya pihak Polsek Prenduan menyampaikan kepada pihak keluarga korban dan Tim Basarnas terkait informasi tersebut. Dan sekira pukul 07.00 Wib Tim Basarnas berangkat menggunakan perahu karet menuju perairan pulau Giliraja kecamatan Giligenting.

“Korban pertama ditemukan bernama Halifi alias Lipi (25) berhasil diketemukan dalam keadaan meninggal mengapung dilaut dan langsung diangkut menggunakan perahu milik warga, sedangkan tim Basarnas melanjutkan penyisiran ke arah timur laut mencari korban satunya,” jelasnya.

Kemudian, sekira pukul 09.00 Wib, mendapat informasi lagi dari warga bahwa korban kedua bernama Afiq Humais alias Hafif (22) diketemukan juga di perairan Giliraja kecamatan Giligenting dalam keadaan meninggal, dan sekira pukul 11.00 Wib, kedua Nelayan berhasil dibawa ke daratan dan dibawa langsung ke rumah duka dengan disambut oleh pihak keluarganya.

“Kegiatan pencarian dipimpin oleh Kapolsek Prenduan AKP Ach Supriyadi, SH., bersama personil Polsek Prenduan, Koramil Pragaan, tenaga medis Puskesmas Pragaan, tim Basarnas Jawa Timur, tim Basarnas Sumenep, satu regu TAGANA kabupaten Sumenep, Kades Prenduan dan perangkat desa, serta warga dan kerabat korban,” terangnya.

Selanjutkan AKP Widiarti mengungkapkan bahwa kedua keluarga korban tidak berkenan dilakukan tindakan Autopsi dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah dan takdir dari yang Maha Kuasa serta membuat surat pernyataan.

“Sekira pukul 12.00 Wib, dilaksanakan konsolidasi tim pencarian bertempat di Mapolsek Prenduan,” pungkasnya.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *