Pengacara di Lamongan Dibacok OTK, Korban : Minta Pelaku Segara Ditangkap

Rekan-rekan media saat menjenguk Ahmad Umar Buwang di RSUD Dr Soegifi Lamongan, Senin (9/1) (Dok Edi/Radarbangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ahmad Umar Buwang (40) pengacara yang dibacok orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (7/1) dini hari, saat ini kesehatannya mulai membaik. Pasca kejadian pembacokan ia dirawat di RSUD Dr. Seogiri Lamongan.

Saat ditemui RadarBangsa.co.id di ruangan Edelweiss lantai II rumah sakit dr Soegiri hari ini, Senin (9/1) pria asal Lamongan yang akrab disapa Buwang itu menceritakan awal kronologi kejadian pembacokan yang menimpa dirinya pada waktu itu.

Bacaan Lainnya

“Awalnya waktu itu saya hendak pulang, usai makan di warung pecel lele di depan SPBU Kalikapas Sidoaharjo Lamongan. Saat beranjak menuju ke pintu mobil, tiba-tiba datang dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor langsung membacok saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada waktu itu pelaku sempat membacok dua kali dengan membabi buta kearahnya. Saat bacokan yang pertama, kata dia, mengenai lehernya, sementara bacokan yang kedua mengenai punggungnya.

“Waktu itu kedua pelaku sempat terjatuh saat bacok yang pertama, saya sempat melawan, kemudian pelaku yang dibonceng bergegas bangun dan membacok lagi hingga kena punggung saya. Saat saya mau mengambil kunci stang di dalam mobil, pelaku sudah kabur kearah selatan,” ungkapnya.

Menurut Buwang, ia tidak bisa mengenali wajah kedua pelaku, karena keduanya memakai masker. Namun kedua orang tersebut menumpangi sepeda motor Honda Beat warna hitam putih, ciri-cirinya satu berbadan tinggi besar, dan satunya bertubuh kecil.

“Setelah kejadian saya merasakan perih di leher dan punggung saya, ketika saya raba darah mengucur segar, saat itu juga langsung saya usap menggunakan tisu yang ada di dalam mobil, namun kucuran darah tersebut tak dapat berhenti, kemudian saya bergegas menuju rumah sakit Soegiri,” ucapnya.

Sampai di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD dr. Soegiri Lamongan, ia langsung mendapatkan perawatan secara intensif. Luka bacokan di bagian kepala belakang di bawah telinga sepanjang 13 centimeter, dan luka di leher serta punggung.

“Saya minta kepada teman-teman untuk tenang dan jaga keamanan di Lamongan supaya tetap kondusif, saya mohon tidak berbuat sendiri atau main hakim sendiri. Semua saya percayakan pada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Lamongan untuk segera bisa menangkap pelakunya,” tandasnya.

Pihak kepolisian, imbuh Buwang, segera dan secepatnya berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Lamongan dalam melihat CCTV yang ada di SPBU Kalikapas Sidoharjo dan CCTV di traffic light di perempatan pasar Sidoharjo.

“Sebelumnya saya tidak ada firasat apa-apa atas kejadian pembacokan kepada saya ini, saya juga tidak mempunyai musuh di Lamongan, semua saya anggap saudara. Sedikit firasat saya, waktu itu saya kangen sama ibu saya,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha berkaitan dengan peristiwa pemacokan oleh orang tidak dikenal kepada pengacara Ahmad Umar Buwang, ia mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim untuk mengungkap perkara pembacokan tersebut.

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk secepatnya dapat mengungkap siapa pelakunya. Saat ini sedang proses penyelidikan, semoga bisa segera terungkap,” kata Kapolres.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *