Pengganda TTD Pada Akte Tanah Akan Di Laporkan Ke Pihak Berwajib

0
28

BANYUWANGI, radarbangsa.co.id – Berawal dari dugaan pemalsuan tandatangan (ttd) yang dilakukan oleh Makmun Efendi warga dusun Tlogosari desa Jambewangi ahirnya alhasil mediasi yang dilaksanakan pada hari selasa 9/07/2019, mengakui Akta Jual Beli (Jubel) yang dikeluarkan oleh PPATS Kecamatan Sempu ternyata bermasalah.

Mediasi yang menghadirkan kedua belah pihak antara Makmun dan Marsum yang bertempat di kantor kecamatan sempu, dari pihak Marsum dikuasakan kepada M. Agus Salim selaku pendamping Marsum, beserta Maryoedi selaku pejabat PPATS, dan DRS. Akhmad Kholid
Aksandar selaku Camat Sempu.

Setelah mendengarkan keterangan dari pihak Marsum yang diwakili oleh Agus dengan jelas akhirnya PPATS meminta saudara Makmun untuk menyerahkan Akta Jubel tersebut guna dilakukan pemeriksaan terkait dugaan penggandaan tandatangan .

Setelah melihat dan mencocokkan akta Jubel yang dibawa oleh Makmun Efendi dengan arsip yang berada diruang PPATS Kecamatan Sempu ternyata ada perbedaan, sesuai pengakuan Makmun diruang mediasi bahwa dirinya yang memerintahkan seseorang untuk menambahkan tandatangan diatas lembaran buku Akta Jual Beli yang menurut Maryoedi itu tidak dibenarkan.

,”Demialloh bukan saya yang bertandatangan tetapi saya hanya menyuruh Sarman untuk menandatangani akta jualbeli itu soalnya mau saya gunakan untuk balik nama,”Ucap Makmun.

Hasil kesimpulan PPATS Kecamatan Sempu setelah melihat dan memeriksa bahwa ada temuan yang mana Akta Jual Beli saudara Makmun Efendi nomor 20/02/94/Jubel/III/2005 sepakat dinyatakan cacat hukum.

Tiba tiba suasana agak panas disaat Misdan seseorang yang mengaku pernah menjadi ketua RT yang datang dengan Makmun mengaku mengetahui kedatangan Marsum dan Sulemi kekediaman Budi orang yang pernah menjadi kepala dusun Tlogosari tersbeut, bukan hanya itu Masdan juga mengatakan Sulemi itu plinplan alias pikun.

Masdan menambahkan lagi kalau Marsum adalah orang setres dan gila , omongan Masdan disanggah oleh Agus selaku kuasa Marsum, sangat tidak pantas seseorang menuduh orang lain dangan sebutan stres atau gila padahal yang bisa menilai seseorang setres atau gila itu haya seorang Dokter .

Saya tau Marsum itu stres kayak orang gila kalau datang kerumah saya mesti bicara sendiri makanya saya menganggap Marsum seperti orang setres dan seperti orang gila,”Ucap Masdan

Merasa tidak nyaman mendengar sebutan stres dan gila, M.Agus Salim pendamping Marsum akan berkomunikasi dengan Marsum untuk menindaklanjuti pencemaran nama baik tersebut ke Jalur hukum.

,”Saya akan kordinasi dulu dengan Marsum terkait pencemaran nama baik dan penggandaan tandatangan kalau beliau keberatan dengan tuduhan yang mengatakan dirinya stres dan gila, saya siap untuk mendampingi Marsum melapor ke polsek Sempu,”ungkap Agus.(Hr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here