Penggunaan Anggaran 2019/2020 Disoal, GEMPA IAIN Madura Gelar Audiensi

  • Whatsapp
Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) IAIN Madura Menggelar Audiensi di Ruang Rektorat Kampus IAIN Madura, Pamekasan Jawa Timur. (Ong/kntrbtr)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) IAIN Madura, menggelar audiensi di Ruang Sidang Rektorat IAIN Madura dengan mengusung tema ‘Mengawal Kebijakan Pengunaan Anggaran Pengadaan Barang Dan Jasa Tahun 2019 dan 2020’ di Kampus IAIN Madura, Pamekasan Jawa Timur, Rabu (20/01/2021).

Idrus Ali, Ketua GEMPA IAIN Madura menyampaikan kekecewaannya terhadap Rektor IAIN Madura lantaran tidak menemui langsung saat gelar audiensi, dan atas beberapa kebijakannya dalam hal realisasi anggaran pengadaan barang dan jasa di kampus IAIN Madura dari tahun 2019 sampai tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Saya kecewa Rektor tidak datang saat audiensi ini. Padahal audiensi yang kita lakukan untuk transparansi penggunaan anggaran pengadaan barang dan jasa dari tahun 2019 hingga tahun 2020, yang menurut kami pelaksanaannya terkesan janggal. Oleh sebab itu patut kita pertanyakan diantanya terkait pengadaan mobil Rektor, pengadaan kabel perpustakaan, pengadaan pagar gedung Rektorat, serta transparansi informasi publik,” ujarnya.

Kemudian kata Idrus Ali, terkait fasilitas Bus untuk mahasiswa dan pengadaan mobil Rektor tersebut patut dinilai mengedapankan kepentingan sepihak.

“Mengapa Rektor tidak mengadakan kendaraan mobil bus untuk mengganti kendaraan bus yang sudah tidak layak dan yang sudah pernah mogok itu, dan mengapa memilih melakukan pengadaan kendaraannya sendiri, yakni Fortuner, apalagi itu ditengah pandemi covid-19, dan bahkan banyak yang masih dianggap janggal terkait mobil tersebut, saya menilai bahwa pihak Rektor IAIN Madura terindikasi menggunakan jabatannya dengan lebih mementingkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan mahasiswa IAIN Madura dan pihak Rektor terkesan tidak peduli terhadap kendaraan mahasiswa yakni mobil bus yang sudah tidak layak dipakai, dan bahkan mobil itu sudah pernah mogok, apalagi itu sisa kendaraan lama dan masih berlabel STAIN Pamekasan,” ulas aktivis muda IAIN Madura itu.

Moh Zahid, Wakil Rektor II IAIN Madura menyampaikan bahwa pengajuan pengadaan mobil Bus untuk fasilitas mahasiswa sangat sulit di ACC (red_disetujui).

“Kampus bukan tidak mau mengajukan pengadaan terkait bus, pengadaan bus itu pernah dianggarkan tahun 2019 lalu, namun terblokir atau dihapus, dan pengajuannya memang sangat sulit,” terangnya.

Secara terpisah, Mohammad Kosim selaku Rektor IAIN Madura mengatakan bahwa semua pertanyaan mahasiswa sudah dijawab oleh Wakil Rektor II IAIN Madura.

“Saya rasa semuanya sudah cukup dijawab oleh kawan-kawan pada waktu audiensi tadi,” tukasnya.

Kemudian Mohammad Kosim menyampaikan apresiasi terhadap audiensi yang dilakukan Mahasiswa IAIN Madura yang tergabung dalam komunitas GEMPA tersebut.

“Saya sangat menghargai dan mengapresiasi positif audiensi yang dilakukan para mahasiswa,” ucap Kosim selaku Rektor IAIN Madura.

Pantauan kontributor media ini pada waktu audiensi tersebut dihadiri oleh Moh Zahid sebagai Wakil Rektor II, Ismatul Izzah sebagai Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), Farid Wajdi sebagai sekretaris Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

Nampak Wakil Rektor II IAIN Madura dimintai jaminan terkait kualitas pengerjaan pengadaan barang dan jasa, serta pembangunan infrastruktur yang diberikan oleh pihak konsultan perencanaan dan konsultan pelaksana kepada IAIN Madura dari beberapa tender proyek yang dikerjakan. Namun hal tersebut tampaknya tidak mendapatkan perhatian.

(ONG/Kntbtr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *